Skandal Dana Sawit dari Subsidi ke Konglomerat 2015-2023 Capai Rp179 Triliun, Minta Jaksa Agung, KPK Usut!
BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) menyalurkan subsidi kepada beberapa perusahaan sawit untuk mendukung program biodiesel dan pengembangan industri sawit.
Berikut beberapa perusahaan yang menerima subsidi:
- PT Wilmar Bionergi Indonesia
- PT Wilmar Nabati Indonesia
- Musim Mas Grup
- PT Eterindo Wahanatama
- PT Anugerahinti Gemanusa
- PT Darmex Biofuels
- PT Pelita Agung Agrindustri
- PT Primanusa Palma Energi
- PT Ciliandra Perkasa
- PT Cemerlang Energi Perkasa
- PT Energi Baharu Lestari
Menurut laporan, total subsidi yang diterima oleh beberapa perusahaan tersebut mencapai triliunan rupiah. Sebagai contoh, PT Wilmar Nabati Indonesia menerima subsidi sebesar Rp1,02 triliun pada periode Agustus 2015-April 2016. Selain itu, BPDPKS juga menyalurkan dana subsidi untuk program biodiesel sebesar Rp5,7 triliun untuk kebutuhan insentif biodiesel selama periode November 2017-April 2018.
BPDPKS juga menyalurkan dana untuk program lain seperti:
- Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR): Rp2,4 triliun untuk 98.869 hektare lahan sawit pada tahun 2019.
- Penelitian dan Pengembangan: Rp98,4 miliar pada tahun 2019.
- Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM): Rp30,8 miliar pada tahun 2019
- Promosi: Rp37,7 miliar pada tahun 2019.
Berikut adalah jumlah total subsidi BPDPKS kepada beberapa perusahaan masing-masing:
- Wilmar: Rp56,61 triliun
- Musim Mas: Rp26,46 triliun
- Royal Golden Eagle: Rp21,31 triliun
- Permata Hijau: Rp14,91 triliun
- Sinar Mas: Rp14,03 triliun
- Darmex Agro: Rp10,71 triliun
- KPN Agro: Rp7,55 triliun
- Louis Dreyfus: Rp6,82 triliun
- Sungai Budi: Rp6,44 triliun
- Best Grup: Rp5,38 triliun
- First Resources: Rp4,73 triliun
- Jhonlin: Rp1,86 triliun
- Wings: Rp1,69 triliun
- Bumitama Gunjaya Agro: Rp337 miliar
- Eterindo Wahanatama: Rp12 miliar
Total subsidi yang disalurkan BPDPKS untuk program biodiesel periode 2015-2023 mencapai Rp179 triliun.
Tulis Komentar