Transformasi Mulai Buahkan Hasil, PalmCo Setor Rp1,5 Triliun Dividen ke Negara
Di sisi operasional, pendapatan PalmCo mencapai Rp38,9 triliun, terdorong peningkatan volume penjualan crude palm oil (CPO) sebesar 12,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Strategi efisiensi biaya dan penataan proses bisnis dinilai berhasil mendorong profitabilitas. Perusahaan mencatat EBITDA margin 23,37 persen dan net profit margin 9,64 persen.
“Peningkatan laba bersih 49 persen ini menunjukkan bahwa PalmCo berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemain utama dalam industri minyak sawit global,” kata Jatmiko.
Pengakuan Eksternal dan Prospek
Perbaikan kinerja PalmCo juga tercermin dalam penilaian eksternal. Lembaga pemeringkat PEFINDO menaikkan peringkat perusahaan dari Single A- menjadi Single A untuk Tahun Buku 2024, dengan predikat Sehat. Total aset perusahaan pun meningkat sekitar 9 persen.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PalmCo, Hilda Savitri, menyebut kenaikan peringkat itu sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan terhadap fundamental perusahaan.
“Ini mencerminkan tata kelola yang semakin baik serta kemampuan perusahaan menjaga momentum pertumbuhan,” ujarnya.
Komitmen Berkelanjutan
Jatmiko menyampaikan komitmen PalmCo untuk mempertahankan kinerja positif tersebut.
Tulis Komentar