Produksi Pandai Besi Binaan PTPN IV PalmCo Capai 30.000 Unit per Bulan
Pimpinan CV Mola Maju Basamo, Desrico Apriyus, masih mengingat betul bagaimana titik balik itu bermula pada 2020 silam, saat pandemi COVID-19 membuat banyak usaha terhenti, bahkan gulung tikar.
“Waktu itu hampir semua orang kesulitan menjual produk. Ekonomi seperti lumpuh. Tapi justru di situ PTPN hadir. Mereka menyerap produk kami, membimbing kami, dan membantu kami, sehingga kami tetap bisa berproduksi di tengah situasi yang sulit,” ujarnya.
Waktu berjalan, kemitraan berkembang lebih dalam. Pada tahun berikutnya, PTPN tidak hanya hadir sebagai offtaker, tetapi juga memberikan dukungan permodalan melalui program kemitraan senilai Rp800 juta.
Suntikan modal itu menjadi bahan bakar penting bagi lompatan berikutnya. Bengkel-bengkel kecil yang sebelumnya tersebar dan terbatas mulai terkonsolidasi. Dari satu titik produksi, berkembang menjadi sentra produksi. Dari sekadar Kelompok Usaha Bersama (KUB), mereka bertransformasi menjadi badan usaha.
Produk yang awalnya dipandang sebelah mata, telah menjelma menjadi kebanggaan desa. Dan telah bersertifikasi nasional pula.
Di saat yang sama, perubahan cara kerja pun mulai terjadi. Teknologi perlahan masuk, menggantikan metode konvensional yang selama ini membatasi kapasitas produksi.
Tulis Komentar