Produksi Pandai Besi Binaan PTPN IV PalmCo Capai 30.000 Unit per Bulan
Kesejahteraan pekerja pun ikut terdongkrak. Jika sebelumnya penghasilan relatif terbatas, kini rata-rata karyawan bisa memperoleh sekitar Rp7 juta per bulan. Dengan efisiensi dan peningkatan produksi, angka tersebut diproyeksikan naik hingga Rp10 juta sampai Rp15 juta per bulan.
Tak hanya berhenti pada aspek ekonomi, geliat usaha ini juga membawa dampak sosial bagi Desa Teratak. Sebagian keuntungan usaha mulai dialirkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial masyarakat, memperkuat ikatan komunitas yang selama ini menjadi fondasi kehidupan desa.
Di sisi lain, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan perusahaan memang dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang.
Menurutnya, program TJSL dilangsungkan untuk membangun ekosistem ekonomi yang mampu tumbuh secara mandiri.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan keberlanjutan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, program TJSL kami arahkan untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan mendorong kemandirian ekonomi,” kata Jatmiko.
Ia menambahkan, kemitraan dengan kelompok usaha seperti pandai besi di Kampar merupakan bagian dari upaya memperkuat rantai pasok industri perkebunan yang inklusif, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Tulis Komentar