lima area paling krusial untuk diperbaiki biar kesejahteraan naik

Demo Mahasiswa-Warga Dimana-mana, Pemerintahan Prabowo Hadapi PR Ekonomi yang Cukup Berat !

Di Baca : 86 Kali
Aksi demonstrasi BEM-SI di Jakarta disusul di Sleman Jogjakarta, pemerintahan Prabowo di 2026 ini menghadapi beberapa PR ekonomi yang cukup berat. (tsi)
 

Mau dibahas lebih detail soal strategi hilirisasi atau pengendalian inflasi pangan di era Prabowo? Eksekusi! Lima Tantangan Perekonomian Indonesia 2026 dan Strategi Jitu Prabowo!

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memulai  2026 dengan sejumlah tantangan besar yang berdampak langsung pada perekonomian Indonesia. Tekanan datang dari sektor fiskal, moneter, dan finansial, yang berpotensi memperburuk kondisi ekonomi secara signifikan.

Sebagaimana dikutip dari Bisnis Indonesia pada Selasa (3/2/2026), berikut adalah sejumlah fakta mengenai tantangan perekonomian Indonesia di awal tahun 2026 yang perlu menjadi perhatian dan evaluasi kita bersama.

1. Defisit APBN 2025: Penyebab Perekonomian Indonesia Tertekan

Realisasi defisit APBN 2025 mencatatkan angka 2,92 persen dari PDB, hampir mendekati batas aman yang ditetapkan oleh Undang-Undang Keuangan Negara, yakni 3 persen. Shortfall atau selisih antara target dan penerimaan pajak menjadi penyebab utama. Pada tahun 2025, realisasi penerimaan pajak hanya mencapai 87 persen dari target yang telah ditetapkan. Akibatnya, pemerintah menetapkan target penerimaan pajak yang sangat ambisius pada tahun 2026, yakni Rp2.357,7 triliun. Loncatan target sebesar Rp440,1 triliun ini membuat defisit anggaran Indonesia berpotensi semakin melebar, menambah ketidakpastian perekonomian Indonesia.

2. Rupiah Melemah Mendekati Angka Rp17.000 dan Juni 18.000

Selain defisit anggaran, tekanan terhadap rupiah juga semakin besar. Pada 19 Januari 2026, rupiah mendekati angka Rp17.000 per dolar AS, dan Juni 2026 sudah Rp18.000 per dolar AS yang menambah ketegangan di pasar finansial. Penyebab melemahnya rupiah ini sebagian besar disebabkan oleh aksi jual di pasar obligasi, dengan investor asing khawatir akan pelebaran defisit anggaran Indonesia. Seiring dengan itu, arus modal keluar (capital outflow) pun semakin mengkhawatirkan.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar