Kapolri Diminta Tindak Oknum Aparatnya Makin Hari Makin Mencekik Rakyat !

Setoran ke Oknum APH Semula Rp65 Juta Kini Jadi Rp85 Juta per Bulan dari Tambang PETI di Pasaman Barat !

Di Baca : 113 Kali
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Jorong Tombang Sinuruik Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar diabadikan sejumlah alat ekskavator dan senyapnya oknum APH dibalik kecamuk PETI yang mencapai miliaran dan triliunan rupiah. (Tim/Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
 

Situasi ini mainnya senyap, di rumah yang jelek di dalam kawasan tambang ilegal ini kadang-kadang transaksi dan uang bergerak diam-diam mencapai miliaran dan triliunan rupiah. Sementara masyarakat pekerja hanya dapat secuil rupiah untuk beli beras dan sembako, terkadang terbeli motor, dan lain-lain. Ini karena kebodohan menyelimuti beberapa warga, orang luar beruntung besar, diri mereka orang kampung miskin terus, tak meningkat kesejahteraan.

Kini hamparan sawah masyarakat banyak yang tak digarap lagi dibiarkan tumbuh semak. Karena sudah pindah profesi menjadi penambang PETI yang diperkirakan menjanjikan.

"Terkadang kalau ekskavator beruntung menyendok DAS Batang Soman, keluar emas murni sebesar gelas bang, itu bukan cerita kosong, terkadang sebesar korek api mancis dapatnya," kata pekerja PETI.

"Makanya disinilah tugas Pengawas mempelototi semua pekerja satu unit ekskavator itu agar jangan diam-diam menilap emas impian tersebut," tambahnya sambil menghisap rokok dan makan mie rebus.

​Saat ini, terdeteksi sekitar 40 unit alat berat berbagai merek raksasa (termasuk Hitachi, Zoomlion, dan Kobelco, Caterpilar) beroperasi memporak-porandakan kawasan tersebut. Estimasi kasar dari akumulasi kerja 40 ekskavator tersebut mampu menghasilkan 1 hingga 2 kilogram emas per hari. Hasil jarahan ini langsung dilarikan ke jaringan penampung di wilayah Padang dan Tombang, di mana nama-nama seperti 'Mas Motor' (diduga pemilik sekira 20 unit alat berat yang direntalkan seharga Rp120 juta), Syahrial (pemilik ekskavator), serta penampung lokal bernama Mak Ukih penyetor ke oknum APH dan 'In' disebut-sebut sebagai aktor kunci lingkaran hitam ini.

​Temuan Investigasi: Sungai Batang Soman Hancur Total

​Menindaklanjuti kesaksian warga, Tim Investigasi melakukan penetrasi langsung ke titik koordinat konflik di Jorong Tombang pada Jumat (3/7/2026). Melalui jalur darat ekstrem melewati Simpang Batas (Simpang Durian), tim mengidentifikasi tiga pintu masuk utama yang dijaga ketat oleh sistem pengamanan swakarsa dan pemuda lokal yang mencurigai setiap pendatang baru: pintu Simpang Durian Tinggam, Simpang Air Salak, dan Simpang Lanai.

Simpang Air Salak lokasi paling banyak diturunkan alat berat ekskavator dari mobil trado menuju tambang PETI. (azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar