Hingga Mei 2026, total kemitraan sawit rakyat binaan PalmCo mencapai 52.480 hektare

PTPN IV PalmCo Dongkrak Produktivitas Sawit Petani Lampaui Standar Nasional

Di Baca : 72 Kali
Program peremajaan sawit rakyat yang diusung PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo secara konsisten dan berkelanjutan berhasil mendongkrak produktivitas sawit ribuan petani mitra hingga melampaui standar nasional dengan rerata produktivitas mencapai 20,18 ton. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
 

Arya menilai keberhasilan peningkatan produktivitas petani tersebut akan menjadi faktor penentu dalam menjaga keseimbangan pasokan CPO nasional di tengah meningkatnya kebutuhan domestik. Berdasarkan proyeksi internal industri, konsumsi CPO nasional diperkirakan meningkat dari 27,45 juta ton pada 2026 menjadi 38,83 juta ton pada 2036, terutama didorong oleh pertumbuhan konsumsi biodiesel dan pangan.

Pola kemitraan tersebut pun diamini oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) yang menilai pola tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit nasional di tengah meningkatnya kebutuhan minyak sawit untuk pangan dan energi.

Ketua DPP Aspekpir Setiyono mengatakan kemitraan menciptakan hubungan saling membutuhkan antara perusahaan inti, petani yang tergabung dalam koperasi, dan pemerintah sehingga pembangunan perkebunan sawit dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

"Produksi sawit petani meningkat karena kemitraan. Masa depan sawit rakyat Indonesia adalah kemitraan, dan bermitra dengan PTPN IV merupakan pilihan yang tepat," kata Setiyono saat diskusi panel dalam rangkaian peluncuran buku "Setiyono, Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi" di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (1/7/2026).

Setiyono mengatakan, melalui kemitraan, petani dapat menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari penggunaan bibit unggul, pengelolaan lahan, pemupukan, pengendalian hama, hingga proses panen sesuai standar.

Penerapan praktik budidaya yang baik tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga daya saing industri sawit Indonesia di tengah tuntutan keberlanjutan yang semakin tinggi di pasar global. (tim)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar