PTPN IV PalmCo Dongkrak Produktivitas Sawit Petani Lampaui Standar Nasional
Untuk menjawab tantangan tersebut, PalmCo mengembangkan model kemitraan berbasis single management, pola pengelolaan kebun secara terpadu antara perusahaan dan petani dengan menerapkan standar operasional perusahaan mulai dari perencanaan kebun, penggunaan bibit unggul, pemupukan, pemeliharaan tanaman, panen, hingga pemasaran hasil produksi.
Melalui skema tersebut, perusahaan juga bertindak sebagai pendamping teknis sekaligus avalis produksi yang memberikan kepastian pengelolaan dan akses pasar bagi petani.
Hingga Mei 2026, total kemitraan sawit rakyat yang dibina PalmCo telah mencapai 52.480 hektare yang terdiri atas program revitalisasi perkebunan dan program PSR yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Dari luasan tersebut, areal tanaman menghasilkan mencapai 19.144 hektare dengan rata-rata produktivitas cukup menjanjikan, dengan salah satu yang terbesar yakni KUD Makarti Jaya di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, mencapai 23,94 ton per hektare, melampaui standar produktivitas tanaman menghasilkan tahun ketiga yang ditetapkan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sebesar 19 ton per hektare.
Keberhasilan tersebut turut berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Melalui pola kemitraan yang dijalankan PalmCo, petani mampu memperoleh pendapatan rata-rata Rp7 juta hingga Rp8 juta per bulan, serta turut mencatatkan saldo koperasi secara tahunan mencapai Rp3 miliar hingga Rp5 miliar.
Di bidang peremajaan sawit rakyat, PalmCo bahkan tercatat sebagai perusahaan paling aktif dalam pendampingan PSR secara nasional. Sepanjang periode 2024-2025, perusahaan telah merealisasikan peremajaan seluas 36.681 hektare dan menargetkan tambahan 64.176 hektare pada periode 2026-2029 yang melibatkan sekitar 32.000 kepala keluarga petani.
Tulis Komentar