PalmCo: Kemitraan Petani Kunci Kemandirian Pangan dan Energi
Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti ratusan pelaku industri sawit dan dibuka langsung oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto serta berlangsung selama tiga hari ke depan, 6-8 Agustus 2026.
Dalam kegiatan yang turut menghadirkan pembicara ahli di bidangnya, seperti Dr Gusti Gultom Akademisi IPB University dan Direktur Pusat Sains Kelapa Sawit Instiper Yogyakarta Dr Purwadi tersebut, ia menjelaskan saat ini sekitar 6,9 juta hektare atau mayoritas areal perkebunan sawit nasional dikelola oleh petani.
Karena itu, peningkatan produktivitas perkebunan rakyat menjadi faktor penentu dalam menjaga pasokan bahan baku industri hilir sekaligus memenuhi kebutuhan energi melalui program biodiesel B50.
Menurut Suhendri, peningkatan produktivitas sebesar 1,3 ton CPO per hektare di perkebunan rakyat berpotensi menambah produksi nasional hingga sekitar 8,97 juta ton CPO. Tambahan produksi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memenuhi kebutuhan domestik tanpa mengganggu keberlanjutan ekspor.
Untuk itu, PalmCo menjalankan strategi penguatan hulu melalui percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan benih unggul, akses pembiayaan, pendampingan teknis, hingga kepastian pasar bagi petani mitra.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan ketersediaan feedstock bagi industri hilir sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Tulis Komentar