Isu Setoran Rp200.000 ke Oknum yang Mengaku Wartawan Mencuat di Pelalawan, Penampung Sebut Ada 42 Mafia BBM di Pelalawan !
Jalan Koridor RAPP, Detak Indonesia--Ketika awal dibuka jalan koridor PT RAPP, kiri-kananya masih berhutan lebat. Tapi kini setelah jalan itu dilintasi truk-truk kayu, truk CPO, truk TBS sawit, dan lain-lain banyak muncul kebun sawit, rumah penduduk, dll. Dan kini marak praktik penimbunan dan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar Subsidi di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa. Ini adalah kejahatan ekonomi terorganisir yang menggerogoti uang rakyat, merugikan rakyat, negara hingga puluhan miliar rupiah, serta merusak tatanan integritas profesi jurnalis melalui dugaan praktik penyuapan "Satu pintu".
Mafia BBM Solar Subsidi di jalan koridor RAPP Pangkalan Kerinci Pelalawan menjelaskan bukan dirinya sendiri pemain "BBM solar subsidi. "Ada sekitar 42 pemain BBM subsidi di Pelalawan ini. Ada yang lebih besar lagi ketimbang aku ini," katanya saat dipergoki sebuah truk tronton warna hijau sedang "kencing" solar dari tanki truk tersebut ke dalam jeregen. Sudah penuh tiga jeregen terisi di jalan koridor RAPP Pangkalan kerinci Pelalawan ini. Umumnya pelanggannya yang dilayani antara lain truk-truk kayu, truk CPO, dan lain-lain harga dijual lebih mahal dari harga SPBU dan tidak perlu antrean panjang seperti di SPBU.
Modus Operandi dan Dokumentasi Lokasi Gudang Ilegal
Hasil investigasi mendalam di lapangan membongkar jejak licin mafia BBM pimpinan Kasno dan Imam yang kerap berpindah-pindah lokasi (kucing-kucingan) guna mengelabui hukum:
1. Gudang di jalan Koridor RAPP Km 3 sempat beroperasi masif, lalu dipindahkan begitu disorot publik dan media.
2. Gudang Depan SDN 09 Pangkalan Kerinci (Jalan Sultan Syarif Kasim). Lokasi pemindahan dari Km 3. Keberadaan gudang BBM ilegal ini tepat di depan sekolah dasar ini sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa anak-anak dari risiko kebakaran/ledakan.

3. Gudang di jalan Koridor RAPP Km 8. Diakui langsung oleh Kasno sebagai salah satu basis operasionalnya.
4. Gudang SP 5 Pangkalan Kerinci. Diakui pernah digunakan sebagai basis penampungan.
5. Gudang Km 55 Pangkalan Kerinci (kebohongan terbongkar). Kasno mengklaim gudang ini "sudah tidak beroperasi lagi". Namun, pantauan langsung tim investigasi di lapangan menemukan 1 unit armada mobil pick-up bermuatan ribuan liter BBM solar subsidi sedang melakukan aktivitas bongkar muat secara bebas di gudang itu! Yang namanya mafia BBM Solar subsidi, tak bisa dipercaya omongannya. Mengaku tak operasional lagi, nyatanya masih main. Namanya juga mafia. Tak bisa dipercaya.
Kenapa Mafia BBM nekat jual dan bermain BBM Subsidi, Pelansir BBM Mobil modifikasi, Analisis Simulasinya
Mengapa mafia begitu nekat? Karena margin keuntungan haram dari menyedot Solar Subsidi sangat fantastis:
1. Harga beli Solar Subsidi di (SPBU/Tap) Rp6.800/liter.
2. Harga jual BBM subsidi gelap ke Industri atau Pabrik atau Tambang Rp13.800/liter.
3. Keuntungan jual BBM Subsidi gelap atau dari SPBU diambil oleh oknum pakai mobil modifikasi pelansir keuntungan bersih mafia Rp7.000/liter.
Rincian Keuntungan
Asumsi volume tampung gabungan ± 10.000 liter (10 ton)/ hari

Tulis Komentar