Loading...
2020 seluruh masyarakat Riau masuk program jkn

Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru Layani Pasien Cuci Darah

Di Baca : 434 Kali
Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution didampingi Dirut Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru dr MS Rahmansyah meninjau pasien cuci darah (hemodialisa) usai meresmikan klinik utama Ginjal Sehat ini di Komplek Sudirman Bisnis Center Jalan Sudirman Pekanbaru, Rabu (1/5/2019). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Pekanbaru, Detak Indonesia--Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru diresmikan oleh Gubernur Riau diwakili Wakil Guberbur Riau Brigjen TNI (Purn.) Edy Natar Nasution dengan melakukan pengguntingan pita, Rabu (1/5/2019) berlokasi di komplek Sudirman Bisnis Center Pekanbaru Jalan Sudirman Pekanbaru.

Selain melayani masyarakat umum juga melayani pasien BPJS rujukan dari Puskesmas. Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru merupakan klinik    ginjal yang buka dan tetap bertahan sampai saat ini dan satu-satunya di Riau.
.
Dirut Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru dr MS Rahmansyah menegaskan pihaknya tidak memikirkan dulu tentang gaji tapi memulai dulu usaha dengan tekad melayani pasien dengan sebaik-baiknya. Dr MS Rahmansyah juga merupakan penggagas wisata halal Provinsi Riau.

Dirut Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru dr MS Rahmansyah (kiri) dan Wakil Gubenur Riau Edy Natar Nasution (kanan)

"Rezeki di tangan Allah, apabila kita berbuat baik sesamanya, insyaAllah dibukakan rezeki oleh Allah," kata dr MS Rahmansyah.

Menurut dr MS Rahmansyah, Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru ini mengoperasikan 5 unit alat cuci darah. Satu alat cuci darah mampu melayani 3 orang pasien per hari. Alat ini harganya cukup mahal sekitar Rp300 juta per unit. Di klinik ini mengutanakan jiwa sosial dan saling membantu masyarakat. Sesuai imbauan Gubernur Riau Drs Syamsuar bahwa tahun 2020 seluruh masyarakat Riau masuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sementara Ketua IDI Riau dr Zul Asdi dalam sambutannya mengatakan bertambah lagi unit kesehatan di Pekanbaru dengan dibukanya Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru. Saat ini jumlah konsultan ginjaldi Pekanbaru ada tujuh orang. Pasien ginjal di Pekanbaru terus meningkat dari tahun ke tahun.

Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (purn) Edy Natar Nasution foto bersama

"Dengan meningkatnya pelayanan di Pekanbaru, mari kita ambil lagi pasar pasien yang ke luar negeri. Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru ini juga adalah merupakan rumah sakit Tipe D dan menerima pasien rujukan dari Puskesmas. Jadi pasien BPJS juga bisa dilayani di Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru ini," kata Ketua IDI Riau dr Zul Asdi.

Dari data yang ada sekitar 50.000 lebih pasien hemodialisa (cuci darah) di Riau paling tinggi berkunjung ke pusat-pusat kesehatan di Riau ini.

Gubernur Riau diwakili Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nst dalam sambutan peresmiannya menegaskan  bertambah lagi klinik untuk membantu program Pemerintah. Atas nama Pemprov Riau sangat mendukung peresmian Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru ini.

"Saya berharap dengan diresmikan ini masyarakat diharapkan tidak lagi berobat ke luar negeri dan Jawa. Jadi berobatnya di Pekanbaru di klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru dan tempat yang melayani pasien ginjal," kata Wagubri Edy Natar Nst.

Menurut Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nst, dari data yang ada sekitar 360.000 pasien berobat keluar negeri tahun 2016 meningkat menjadi 600. 000 tahun 2018. Dengan diresmikannya Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru ini bisa mengatasi masalah kesehatan ginjal di daerah ini.

"Dengan diresmikannya klinik utama Ginjal Sehat ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan pelayanan masyarakat. Diharapkan juga daerah Riau menjadi daerah tujuan medical tourism," ujar Edy Natar Nst.

Dirut Klinik Utama Ginjal Sehat Pekanbaru dr MS Rahmansyah dan istri memberikan santunan untuk anak yatim

"Ketenangan pasien mendapat pelayanan itulah yang lebih utama. Oleh sebab itu tingkatkan pelayanan kepada pasien," harap Edy Natar Nst.

Dalam acara ini banyak undangan yang hadir di antaranya anggota Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (IPDI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Riau, dan lain-lain.(*/di/azf)



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar