komitmen PTPN Group

Holding Perkebunan Perkuat Green Energy Dukung Dekarbonisasi

Di Baca : 409 Kali
Dirut PTPN III (Persero) Muhammad Abdul Ghani (dua dari kiri) mendengarkan penjelasan program pengembangan energi terbarukan/EBT dari Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa (tengah). PTPN V Riau fokus mengembangkan EBT melalui pemanfaatan limbah cair. Langkah itu selaras dengan program dekarbonisasi di PTPN V untuk mendukung sasaran pemerintah menekan Net Zero Emissions. (ist)

Pekanbaru, Detak Indonesia – Holding perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui anak perusahaannya PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V), memaksimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan atau green energy sebagai bagian mendukung program pemerintah dalam menekan emisi karbon menuju net zero emissions (NZE).

Program reduksi emisi untuk mengurangi potensi gas rumah kaca tersebut dilaksanakan dalam satu siklus budidaya perkebunan mulai dari pengambilan raw material, proses produksi, hingga pengelolaan limbah.

"Sejalan dengan grand strategy perusahaan untuk menghasilkan produk ‘sustainable plus palm oil’ yang mulai diimplementasikan sejak 2019, upaya dekarbonisasi menjadi salah satu program yang mengalami percepatan,” kata Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko K Santosa, dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/10/2021). 

PTPN V Riau kini menjadi perusahaan perkebunan milik negara yang terbesar dalam pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) melalui pengelolaan pengelolaan limbah cair atau palm oil mill effluent atau POME. Hingga kini, tercatat enam dari 12 pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN V telah memiliki pembangkit biogas.

“Ini adalah salah satu bentuk komitmen kita untuk terus mendukung program pemerintah menuju net zero emissions," ujar Jatmiko.

Komitmen PTPN V untuk program green energy dan dekarbonisasi juga mendapat dukungan penuh dari pemegang saham. Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), M Abdul Ghani mengapresiasi program yang dijalankan anak perusahaannya tersebut. Ghani juga sempat meninjau langsung project biogas cofiring PKS Sei Pagar dan PLTBg PKS Terantam, di Kabupaten Kampar, Riau, awal Oktober 2021 lalu.



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar