anak-anak Riau juga bisa bersinar

UIN Suska Raih Ranking Lima Besar Kompetisi Penelitian Konten Ujaran Kebencian Internasional 

Di Baca : 569 Kali

New Delhi, Detak Indonesia--Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) meraih ranking lima besar kompetisi penelitian di bidang teknologi informasi internasional Hate Speech and Offensive Content Identification in English and Indo-Aryan Languages (HASOC). Kompetisi ini diselenggarakan sejumlah universitas dan lembaga penelitian dari India, Jerman, Inggris dan Amerika. 

Menurut team leader UIN Suska Surya Agustian, iven ini merupakan bagian dari agenda konferensi internasional Forum for Information Retrieval Evaluation (FIRE) yang dilaksanakan 13-17 Desember 2021 di India. FIRE  berpusat di Eropa yang menghimpun para peneliti dari Italia, Prancis, Spanyol, Swiss, Belanda, Swedia dan Denmark.

“Alhamdulillah, prestasi ini sudah sangat baik bagi UIN Suska karena baru pertama kali berpartisipasi di tingkat dunia. Kita meraih peringkat lima dan delapan untuk kategori Bahasa Inggris. Peringkat 13 dan 18 untuk Bahasa India,” kata Surya.

Ia menjelaskan HASOC adalah ajang penelitian tentang deteksi konten ujaran kebencian (hate speech) di media sosial menggunakan teknologi informasi. Surya mengungkapkan pesatnya perkembangan internet menyebabkan banyak problem di dunia nyata. Dalam riset mutakhir, dilakukan penelitian bersama yang menarik minat banyak peneliti menghasilkan solusi cepat. 

“Salah satu topik riset yang sangat cepat berkembang adalah bidang pengolahan bahasa alami manusia dan pemrosesan teks digital,” kata alumni SMAN 8 Pekanbaru ini.

Surya menambahkan tujuan kompetisi riset ini adalah untuk mencegah penggunaan media sosial melewati batas norma sebagai dampak pertumbuhan pengguna yang masif dan intens. Kaum milenial dan generasi sebelumnya (gen Z) sudah beralih menggunakan media sosial dalam berkomunikasi sehingga sering membawa bahasa verbal (komunikasi langsung) ke dalam bahasa tulisan (tidak langsung). 

Dosen yang memulai riset di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia dan Tokyo Institute of Technology ini mengungkapkan percakapan di media sosial sering menyebabkan polemik dan pertengkaran, bahkan perpecahan di masyarakat. Mulai dari sentimen antar kelompok, sampai penggunaan bahasa kasar dan ujaran kebencian individu atau kelompok.

Surya menyatakan putra daerah Riau memiliki potensi dan kecakapan bidang riset teknologi informasi yang tidak kalah dari kota-kota besar di Jawa, bahkan tingkat internasional. Reski Saputra asal Pekanbaru dan Aidil Fadilah asal Pelalawan sudah membuktikan prestasi sangat baik dalam kompetisi internasional ini, sebagai anggota tim UIN Suska. 

 “Asalkan diasah dan dipoles dengan baik, anak-anak Riau juga bisa bersinar,” ujar Surya. (rls/di)



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar