pengusaha angkutan umum para driver nya agar lebih meningkatkan kesadaran berkendara

Tekan Fatalitas di Jalan Raya, Ditlantas Polda Riau Hadirkan Program Bung Selamat Selama Satu Bulan Penuh

Di Baca : 1431 Kali
Dirlantad Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH memimpin rapat Program keselamatan dalam berlalu lintas guna menciptakan lalu lintas yang aman, tertib lancar dan berkeselamatan dengan mengusung kegiatan tematik Bulan Angkutan Umum Berkeselamatan Bung Selamat, Selasa (22/5/2025).(Dok. Satlantas Polresta Pekanbaru)

Pekanbaru, Detak Indonesia -- Direktorat Lalu Lintas (DITLANTAS) Polda Riau yang saat ini di Nahkodai oleh Direktur Lalu Lintas (DIRLANTAS) Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH kembali meluncurkan program terobosan tentang keselamatan dalam berlalu lintas guna menciptakan lalu lintas yang aman, tertib lancar dan berkeselamatan dengan mengusung kegiatan tematik Bulan Angkutan Umum Berkeselamatan "Bung Selamat".

Program tersebut guna menindaklanjuti arahan Kakorlantas Polri beberapa waktu lalu, dengan tujuan utama untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan angkutan umum, baik kendaraan angkutan barang maupun kendaraan angkutan orang, Selasa (21/5/2024). Adapun sasaran dari program "Bung Selamat" ada tiga, yang pertama bagaimana mewujudkan perilaku pengemudi angkutan umum yang berkeselamatan, kedua bagaimana mewujudkan kendaraan angkutan umum yang berkeselanatan dan ketiga adalah bagaimana melakukan rekayasa lantas titik-titik daerah rawan laka lantas.

"Kita dari Ditlantas Polda Riau akan bersinergi dengan semua stakeholder terkait bagaimana menekan angka kecelakaan di Provinsi Riau yang melibatkan kendaraan angkutan umum baik barang maupun angkutan orang, maka kita hadirkan Program Bulan Angkutan Umum yang kita sebut "Bung Selamat," ucap Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat kepada awak media.

Berdasarkan data laka lantas yang saat ini terangkum, masih tingginya angka fatalitas saat ini yang melibatkan kendaraan angkutan umum pada 2024, tercatat hingga saat ini, kendaraan umum yang terlibat dalam kecelakaan mencapai 56 kasus kecelakaan, sedangkan kendaraan angkutan orang mencapai 34 kasus, seperti laka lantas yang viral di mana melibatkan bus wisata  terjadi di Subang dan mengakibatkan 11 Korban laka lantas meninggal dunia.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar