Kapolrestabes Palembang Ungkap Motif Pembunuhan Berencana di Pintu TOL Keramasan
“Kemudian pelaku bertemu dengan korban, terjadi kesepakatan antara keduanya untuk menjualkan minyak tersebut seharga Rp450 ribu dengan upah Rp50 ribu. Setelah minyak terjual, pelaku menyerahkan uang penjualan Rp 450 ribu kepada korban. Kemudian korban hanya memberikan uang sejumlah Rp25 ribu sebagai upahnya. Pelaku kesal karena tidak sesuai kesepakatan dan merasa tidak dihargai oleh korban. Ini yang kemudian menimbulkan emosi dan perselisihan di antara keduanya,” bebernya.
Ternyata sakit hati pelaku tidak terhenti disitu. Dengan menggunakan sepeda motornya, pelaku pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam dan kembali menemui korban.
“Kembali terjadi cekcok dan pelaku yang sudah dikuasai amarah, menyabetkan senjata tajam berulang ulang. Korban sempat menangkis dan berlari, namun dikejar oleh pelaku dan terus menyabetkan senjata tajamnya dari arah belakang mengenai kepala dan bagian belakang, kemudian rubuh dengan tubuh penuh luka,” urai Harryo.
Usai melakukan aksinya pelaku pulang ke rumah. Mengetahui kejadian tersebut, petugas melakukan olah TKP dan mendapatkan keterangan adanya dua orang saksi yamg mengetahui kejadian tersebut.
“Kedua saksi tersebut yang mengenali dan memberitahukan kepada istri pelaku. Kita lakukan upaya persuasif dan alhamdulillah hari Selasa dinihari menyerahkan diri ke Polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Barang bukti sebilah parang bergagang kayu warna coklat sudah kami amankan,” ujarnya.
Tulis Komentar