Masyarakat yang Kehilangan Motor Silakan Jemput di Polresta Pekanbaru
Menurut Waka Polresta Pekanbaru AKBP Henky diharapkan seluruh masyarakat Kota Pekanbaru yang jadi korban curanmor ini pertama atas kejadian curanmor ini ada beberapa tersangka yang menjelaskan bahwa motor yang dicuri pelaku kunci motornya tergantung di stop kontak motor. Ini diakui oleh salah seorang korban curanmor Dede pengusaha konveksi Jalan Kuansing dekat Jalan Kartama Pekanbaru. Dede mengakui dia saat itu baru menghentikan/stop dan parkir motornya di depan kedai konveksinya dan lupa mencabut kunci. Segera saja tiga pelaku bonceng tiga melarikan mencuri motornya.
Menurut Dede di Mapolresta Pekanbaru Senin petang tadi 21 Oktober 2024 motornya kembali lagi ke tangannya dalam status pinjam pakai oleh polisi.Tapi nanti setelah sidang vonis maka motor Dede dikembalikan ke Dede. Dede mengaku motornya berhasil diamankan polisi dan Dede mengetahui info motornya akan dijual pelaku via online tak diketahui bagaimana caranya polisi mengamankan motorya itu dari tangan pencuri.
"Jadi agar masyarakat lebih hati-hati lagi memarkirkan atau meletakkan kendaraannya. Karena kejahatan ada niat, ada kesempatan dan terpantau oleh pelaku kejahatan maka itu langsung mereka curi. Jadi juga pasang kunci ganda," imbau Waka Polresta Pekanbaru AKBP Henky.
Polisi juga melakukan upaya preventif, patroli, ke berbagai lokasi rawan curanmor seperti Kecamatan Rumbaipesisir, Limapuluh, Bukitraya, Sukajadi, Rumbai, Payungsekaki, Senapelan dan Tenayanraya. Hampir semua wilayah kecamatan di Kota Pekanbaru menjadi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) curanmor ini. Sehingga tidak menutup kemungkinan para pelaku kejahatan yang masih berkeliaran akan mengincar kendaraan bermotor masyarakat.

Dede, pemilik satu unit motor yang dicuri tersangka curanmor dikembalikan lagi motornya oleh polisi ke Dede dalam status pinjam pakai sementara.
Tulis Komentar