Kapak Jadi Barang Bukti Pembunuhan Isteri Siri

Suami di Pekanbaru Diancam Hukuman Mati, Habisi Isteri Siri Beranak Empat

Di Baca : 2009 Kali
Waka Polresta Pekanbaru AKBP Henky berdialog dengan tersangka Afrizal alias Ijal tersangka pembunuh isteri sirinya Wahyuni disaksikan tiga anggota DPRD Pekanbaru di Mapolresta Pekanbaru Jalan Ahmad Yani Kamis petang (21/11/2024). (azf)
 

Setelah melakukan kejadian itu pelaku keluar rumah menggunakan sepeda motor miliknya Yamaha Mio warna hitam BM 2719 MC karena motornya suaranya berisik dia tuntun dulu motor sejauh 100 meter dari rumahnya setelah dia menyalakan mesin motornya dan pergi ke Jalan Sudirman ujung dekat Parit Belanda. Di situ pelaku menyembunyikan kapaknya. Setelah kejadian itu pelaku menuju ke bengkel motor Jalan Pemuda Payung Sekaki memperbaiki sepeda motornya.

"Atas kejadian itu, Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Polsek Rumbaipesisir langsung lakukan upaya pengungkapan sifatnya segera sifatnya cepat, Alhamdulillah kurang dari 13 jam pelaku dapat diamankan di bengkel Jalan Pemuda itu. Polisi juga berhasil menemukan kapak yang dibuang oleh pelaku di Parit Belanda itu jadi barang bukti pembunuhan," kata Waka Polresta Pekanbaru AKBP Henky.

Penyebab kematian dari hasil otopsi, visum RS Bhayangkara penyebab kematian adalah akibat kekerasan tajam pada daerah kepala dengan rincian berbagai luka di bagian kepala, patah tulang tengkorak, resapan darah kulit kepala, terpotongnya otak akibat kekerasan tajam.

Terhadap pelaku dijerat pasal 340 KUHP junto pasal 338 KUHP ancaman hukuman maksimal hukuman mati, dan padal 338 hukuman 15 tahun. Tanggal 19 November 2024 korban sempat mau bunuh diri menyayat tangannya dengan pisau cutter. Merasa beban terlalu berat. Tak mau hidup bersama lagi dengan suami sirinya. Namun sempat dicegah suaminya dan kakeknya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Berry Juana Putra menjelaskan motif pembunuhan suami kepada isteri sirinya disebabkan karena isteri cemburu. Setiap pulang ke rumah, korban selalu cemburu mempertanyakan tersangka, itu menyebabkan cekcok pada kejadian malam itu juga karena cemburu. Polisi juga sedang menyelidiki motor dan ponsel milik pelaku diduga hasil curhat. Urine negatif. Pelaku ngaku kerja nelayan namun masih dikembangkan penyelidikannya oleh polisi.(azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar