PTPN Inisiasi Program PSR Intercropping Padi Dukung Swasembada Pangan Nasional

470.000 Ha Lahan PSR PTPN Dapat Menghasilkan Tambahan 1,1 Juta Ton Beras

Di Baca : 1654 Kali
Dirut PTPN III (Persero) Muhammad Abdul Ghani dan Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa di tengah bibit sawit di salah satu sentra bibit di Riau. PTPN akan melakukan pilot project penanaman padi gogo melalui mekanisme intercropping di lahan Peremajaan Sawit Rakyat guna mendukung swasembada pangan nasional. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
 

Lebih jauh, Jatmiko menjelaskan hingga 2029 mendatang, PTPN IV berupaya untuk dapat mengelola pelaksanaan intercropping padi gogo pada areal PSR yang diupayakan Perusahaan.

“Tentunya menjadi tantangan besar untuk dapat mendorong terlaksananya ribuan hektare PSR pertahun, namun jika berhasil maka ini solusi dalam hal cetak sawah tanpa ekstensifikasi lahan,” tukasnya.

Oleh sebab itu, menurut Jatmiko guna mencapai keberhasilan yang optimal atas pelaksanaan Program TAMPAN maka butuh dukungan dari berbagai pihak, baik Kementerian terkait, BPDP, Pemerintah Daerah, lembaga pembiayaan, produsen bibit, produsen pupuk, lembaga riset, hingga tentunya kelembagaan petani.

“Kita juga berterimakasih kepada IPB dan RPN yang telah membantu melaksanakan riset, juga kepada kementerian terkait sehingga program ini dapat segera kita luncurkan dengan optimal," jelasnya.

IPB sebelumnya telah meluncurkan program pengembangan padi gogo guna mengoptimalkan potensi intercropping padi gogo di lahan peremajaan sawit rakyat untuk mendukung ketahanan pangan.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria menjelaskan bahwa kajian potensi intercropping padi gogo di lahan peremajaan sawit rakyat ini mampu mendukung swasembada beras.

"Terdapat potensi pemanfaatan sekitar 470 ribu hektare lahan PSR yang dapat menghasilkan tambahan 1,1 juta ton beras,” katanya belum lama ini. (tim)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar