Kapolda Riau: Polisi Ada Sisi Kemanusiaan, Tidak Boleh Asal Tembak
Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal dalam amanatnya mengingatkan sumpah yang sudah diucapkan tadi harus ingat Tri Brata dan Catur Prasetya. Ini adalah simbol pedoman kerja, pedoman hidup kalian semua untuk nanti berkarir di Kepolisian RI.
Ingat, ada kata bijak yang disebutkan oleh salah satu pemimpin negara Presiden ketujuh Bapak Ir Joko Widodo bahwa menjadi anggota Polri bukan sekedar profesi, tetapi jalan untuk mengabdi.
"Kalian harus mengabdi, pengabdian tanpa batas. Tadi disebutkan Catur Prasetya. Bahwa kehormatan kalian menjadi anggota Polri yaitu rela berkorban demi masyarakat, bangsa, dan negara untuk melindungi, melayani, mengayomi masyarakat," tegas M Iqbal.
"Perlindungan, Pengayoman dan pelayanan pada masyarakat itu dalam maknanya. Kalau masyarakat melihat polisi di manapun berada masyarakat pasti akan bahagia karena ada pelindungnya, ada pengayomnya, ada pelayannya yang hadir apapun bentuknya. Kalian harus tampil lakukan secara ikhlas, jujur, adil menjunjung tinggi kebenaran, keadilan. Lebih jauh lagi Alhamdulillah di samping kanan kiri ada orangtua, bapak ibu, sanak saudara membanggakan kalian semua. Air mata bahagia air mata haru setiap malam mendoakan setiap detik mendoakan anak-anaknya, adiknya, cucunya keponakannya, yang selama lima bulan digembleng di sini. Jangan sekali-kali menyakiti hati orangtua seluruh keluarga besar yang hari ini berbangga, meneteskan air mata jangan melanggar hukum, jangan melanggar kode etik. Tunjukkan bahwa kalian memang membanggakan," kata M Iqbal.
Usai acara kepada wartawan Irjen Pol M Iqbal menambahkan kehormatan jadi polisi bukan karena pangkat dan jabatannya bukan juga karena tongkat komandonya. Tapi bagaimana masyarakat mencintainya. Kalau masyarakat mencintai polisi, polisinya pasti baik bahagia jika masyarakat tidak macam-macam, tak punya motif, dan lain-lain.


Keluarga Bintara hadir di SPN Polda Riau Sungaipinang Kampar Riau, Rabu (18/12/2024).
Tulis Komentar