Gubri: 2025 Hibah untuk Instansi Vertikal Akan Dibicarakan Lagi, Dahulukan Pelayanan Publik
Masalah Rp3,5 triliun dijelaskan Gubri bahwa di APBD 2025 sudah disahkan sekitar Rp9,6 triliun untuk belanja. Di situ ada devisit. Akibat dari pengurangan dan pendapatan yang mungkin tidak terealisasi itu mengalami devisit lagi sekitar Rp1 triliun lebih ditambah dengan utang 2024 ada tunda bayar lebih kurang Rp1 triliun, ada gaji pegawai yang belum dibayar Rp700 juta, tunda salur Rp550 juta. Jadi dikumulasi sekitar Rp2,2 triliun.
"Kalau tidak kita rasionalisasikan kegiatan di 2025 akan mengalami devisit lebih kurang Rp3,5 triliun. Dengan asumsi yang ada sekarang ini. Itulah kebijakan kita ada hal-hal harus kita rasionalisasi kita koreksi," tegas Gubernur Riau.
Jika solusi-solusi yang diambil masih tekanan fiskal masih kuat maka TPP adalah bagian yang harus dikoreksi. Tapi ini belum. Karena masih menghitung dulu kemampuan-kemampuan Pemprov Riau seberapa besar.
THR ASN akan dijalankan karena itu perintah dari Presiden. THR ASN, THR segala macamnya harus dibayarkan. Dibayarkan sebelum Idul Fitri 1446 H.
Ditanya wartawan masalah devisit anggaran APBD Riau 2025 apakah berdampak pada pembangunan, dijawab Gubri pasti berdampak. Dijamin Gubri itu pasti berdampak. Bahwa tidak ada jalan yang putus yang tak bisa dilewati akan diatasi. Karena itu berkaitan dengan ekonomi masyarakat. Kalau jalan putus transportasi barang, orang akan terganggu.


Foto atas Payung Elektrik yang kuncup tak bermutu di Masjid Agung An Nur Pekanbaru, dan foto bawah Payung Elektrik bermutu di Masjid Baiturrahman Banda Aceh kuat kukuh walau diterpa angin tetap berjaya.
Tulis Komentar