Bupati Karo sampaikan visi, misi, dan arah strategis pembangunan Kabupaten Karo

Bupati-Wakil Bupati Karo Sambut Kunjungan Hinca Panjaitan dari Komisi III DPR RI

Di Baca : 844 Kali
Bupati Karo Brigjen (Pol) Dr dr Antonius SPOG MKes dan Wakil Bupati Karo Komando Tarigan SP sambut kunjungan DPR RI Komisi III, Dr Hinca Panjaitan SH MH ACCS, Rabu (9/4/2025). (Diskominfo Kab Karo)

Kabanjahe, Detak Indonesia--Dalam semangat membangun sinergi pusat dan daerah, Anggota DPR RI Komisi III, Dr Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo dan disambut  oleh Bupati dan Wakil Bupati Karo di Ruang Rapat Bupati Karo. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Karo dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah, menjadi momentum penting dalam merajut harapan baru bagi pembangunan Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara yang berkelanjutan dan inklusif, Rabu (9/4/2025).

Dalam sambutan pembuka, Bupati Karo menyampaikan visi, misi, dan arah strategis pembangunan Kabupaten Karo lima tahun ke depan. Paparan ini menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk menghadirkan perubahan yang nyata dan berdampak luas bagi masyarakat. Salah satu sektor prioritas adalah pertanian, yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Karo.

Melalui pendekatan smart farming, Kabupaten Karo diarahkan untuk mengadopsi teknologi dan metode pertanian modern sebagaimana telah diterapkan oleh beberapa investor asing. Transformasi ini diharapkan tak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan sistem pertanian yang efisien, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berorientasi pasar. Seiring dengan itu, konsep corporate farming juga didorong agar terjadi integrasi yang solid antara petani, industri, dan pasar. Ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan kesejahteraan petani yang selama ini menjadi pilar utama kehidupan sosial ekonomi di Kabupaten Karo.

Bupati juga menekankan kesiapan Kabupaten Karo untuk berkontribusi dalam mendukung program nasional kemandirian pangan.

"Wilayah persawahan Payah Lah-Lah seluas ±3.000 hektare serta kawasan penggembalaan Nodi seluas ±680 hektare menjadi potensi strategis yang tengah dipersiapkan menuju pertanian dan peternakan modern. Ketersediaan lahan, dukungan sumber daya alam, dan semangat kolaborasi menjadi modal penting menuju swasembada pangan berbasis kearifan lokal," ujar Bupati Karo.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar