Premanisme Resahkan Warga, Ratusan Warga Demo Mapolres Kampar
Bangkinang, Detak Indonesia--Ratusan warga dari Persukuan Melayu Datuok Mudo seberang Bangkinang Kabupaten Kampar Riau berunjukrasa ke Mapolres Kampar di Kota Bangkinang, Rabu (23/4/2025).
Warga antara lain meminta Kapolres Kampar yang baru AKBP Mihardi Mirwan SH SIK MM mengeluarkan orang bayaran Rusdi dari Tanah Ulayat Persukuan Melayu Datuok Mudo.
Warga juga meminta kembalikan Marwah adat. Warga juga meminta Kapolres Kampar mengusut tuntas Rusdi yang selama ini kebal hukum.


Selain itu, desakan usut tuntas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang bayaran Rusdi juga diteriakkan dan terpampang di poster yang dibawa demonstran dengan gambar seorang warga terluka.
Menurut warga, premanisme di Kabupaten Kampar Riau ini marak sekali akhir-akhir ini. Terutama terkait eksploitasi tambang galian C, kebun sawit.
Apalagi adanya peningkatan pembangunan di Kota Pekanbaru seperti pembangunan jalan TOL, proyek-proyek penimbunan jalan, lokasi pengerukan tanah urug mengorbankan bukit di beberapa tanah Ulayat. Demonstran menyebutkan nama preman yang santer di Kota Bangkinang namanya dan hasil galian C dibawa ke Kota Pekanbaru. Oleh sebab itu warga meminta Kapolres Kampar menertibkan aksi premanisme di Kabupaten Kampar, Riau ini sebelum warga mengambil tindakan sendiri.

Dalam aksi demo di depan Mapolres Kampar, Riau ini berlangsung tertib. (azf)
Tulis Komentar