Polda Riau Belum Jelaskan Kasus Pembongkaran Jembatan Bailey Jalan Amblas Riau-Sumbar Km 106-107
Setelah gagal pemasangan jembatan sementara kerangka baja Bailey (jembatan sementara) miliaran rupiah itu, sekarang Mei 2025 mengucur lagi dana kedua sebesar Rp13.846.541.000,- untuk pembangunan jembatan amblas Km 106-107 tersebut dan dari pantauan tim investigasi di lapangan, kontraktor sedang bekerja pada Kamis 8 Mei 2025 dan Jumat siang (9/5/2205). Alat berat kren nampak sudah selesai menurunkan tiang pondasi warna hitam. Ada dua ekskavator stanby di lokasi proyek.


Ada lagi longsoran baru di ruas jalan lintas Sumbar-Riau di Km 102 akibat tidak padatnya timbunan tanah timbun di bawah jalan sampai ke dasar bawah yang dikerjakan kontraktor. Tiap tahun jalan berlubang-lubang akibat tidak kuatnya pemberian material jalan yang diperbaiki. Penambalan jalan atau patching terkesan asal-asalan. Tahun anggaran 2024 lalu sudah ditambal, awal 2025 ini sudah bergelombang, berlubang/rusak lagi. Jadi tiap tahun modusnya agar dapat dana pemeliharaan lagi. Penambalan yang dilakukan tidak bermutu, cepat rusak.



Apalagi tiap malam jalan lintas Sumbar-Riau dilewati ratusan bus tronton melebihi tonase membawa batu alam dari Sumbar ke Riau dan dikirim ke pabrik-pabrik pemecah batu di sekitar Kabupaten Kampar, Riau lewat jembatan Bangkinang seberang Petapahan, ada PT Viradika dekat SPN, dan PT Lutvindo di Jalan Garuda Sakti dekat Sungai Sibam Km 6. Siang hari agak sepi truk batu alam itu melintas. Kebutuhan material itu antara lain untuk pembangunan jalan TOL yang sedang dikerjakan di kawasan Jalan Rimbopanjang Km 17, Jalan Garuda Sakti Km 7, dan untuk kebutuhan pembangunan lainnya. (azf)
Tulis Komentar