Polda Riau Belum Jelaskan Kasus Pembongkaran Jembatan Bailey Jalan Amblas Riau-Sumbar Km 106-107
Menurut warga Tempatan ada keterlibatan Ninik mamak menjual lahan HPT ini baik ninik mamak dari Sumbar maupun yang mengaku Tokoh Khalifah di XIII Koto Kampar. Pemodal datang menghadap mereka untuk membeli lahan ribuan hektare, ratusan hektar, puluhan hektar. Tersebut pemodal itu antara lain Toha yang meninggal dunia tabrakan di TOL Bangkinang sepulang membeli lahan sawit di Pongkai-Koto Tuo itu. Kini anak almarhum Toha yang melanjutkan.
Heboh jembatan/jalan ambruk beberapa waktu lalu sampai-sampai Kapolda Riau sebelumnya yakni Irjen Pol Mohammad Iqbal dan jajaran meninjau jembatan amblas tersebut. Tapi apa kabarnya sekarang? Masalah jembatan amblas itu dibawa diam. Wartawan yang konfirmasi kepada Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto tentang adanya informasi sejumlah pejabat Balai Jalan Kementerian PU Provinsi Riau yang bertanggungjawab atas gagalnya pemasangan jembatan darurat dan jembatan itu dibongkar lagi karena tak dibangun pondasi, hingga kini Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom belum memberi keterangan pers.
"Nanti saya teruskan ke Krimsus bang," singkat Anom menjelaskan sepekan lalu.
Hingga kini belum ada penjelasan. Demikian juga Kepala Balai Jalan Kementerian PU Nasional Provinsi Riau Yohanes Tulak yang bertanggung jawab atas proyek gagal pemasangan jembatan bailey itu dikonfirmasi sejak Kamis (8/5/2025) belum juga beri keterangan pers sampai Minggu ini (11/5/2025). Sementara hasil pengumpulan data di lapangan oleh tim investigasi menjelaskan sejumlah pejabat Balai Jalan Kementerian PU Nasional Provinsi Riau diperiksa pihak Ditreskrimsus Polda Riau. Termasuk telah dilakukan pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Riau terhadap Satker Wilayah 1 Kementerian PU BP2JP Naimilayanti, informasi telah diperiksa di Polda Riau.


Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto dan Kepala Balai Jalan Kementerian PU Nasional Provinsi Riau Yohanes Tulak.
Tulis Komentar