Karhutla di Bumi Sriwijaya Terendus Satelit, Patroli Satgas Darat dan Udara
Palembang, Detak Indonesia -- Kebakaran hutan dan lahan kembali menjadi perhatian segenap unsur pemerintah pusat dan daerah. Hingga akhir Juli 2025, sudah ada enam provinsi yang telah menyatakan siaga-tanggap darurat karhutla setelah titik api terendus satelit maupun patroli satgas darat dan udara. Enam wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan ditambah Kalimatan Timur sebagai wilayah prioritas.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr Suharyanto SSos MM beserta jajaran pun kembali turun gunung. Setelah menyambangi Provinsi Riau pada pertengahan Juli lalu, hari ini, Selasa (29/7/2025), Kepala BNPB hadir di Provinsi Sumatera Selatan. Agendanya sudah pasti, menangani api yang mulai muncul di beberapa titik seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Ilir dan Muara Enim.
Kunjungan Kepala BNPB di "Bumi Sriwijaya" ini sedikit berbeda. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq turut serta. Kehadiran dua pucuk pimpinan kementerian dan lembaga itu sekaligus menjadi representasi pemerintah pusat yang selalu hadir mendampingi pemerintah daerah beserta masyarakatnya dalam kondisi darurat bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sendiri telah menyatakan status siaga darurat karhutla hingga 31 Oktober 2025 nanti. Menurut data per 29 Juli 2025, tercatat sudah ada 47 hektare lahan mineral maupun gambut terbakar dan mengepulkan asap.
Tidak ingin api semakin menjadi-jadi, Kepala BNPB bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq pun menginisiasi pertemuan secara besar-besaran mengajak sejumlah instansi pemangku kepentingan se-Provinsi Sumatera Selatan, khususnya yang akan menangani permasalah karhutla.

Tulis Komentar