Karhutla di Bumi Sriwijaya Terendus Satelit, Patroli Satgas Darat dan Udara
Lapangan upacara Griya Agung pun disulap menjadi lokasi pertemuan yang bertajuk "Apel dan Simulasi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan". Kepala BNPB turut berdiri sejajar dengan Menteri Lingkungan Hidup yang bertindak sebagai inspektur apel serta didampingi Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.
Selain personel gabungan, segenap peralatan alutsista pun turut dihadirkan, mulai dari perangkat komunikasi, perangkat kendaraan taktis pemadaman darat karhutla, pesawat nirawak, sistem monitoring suhu, kelembaban, cuaca dan kondisi udara, alat-alat pemadaman darat yang ringan dan fleksibel hingga yang berat sekalipun, semuanya digelar dalam apel siaga darurat.
Tak ketinggalan, BNPB juga menghadirkan satu buah helikopter patroli jenis dauphin bernomor registrasi PK-VPD EC155-B1. Helikopter berwarna merah, biru dan putih dengan stiker logo BNPB ini digunakan memonitor langsung dari udara lokasi titik panas maupun titik api yang terekam perangkat satelit.
Kepala BNPB bersama Menteri Lingkungan Hidup didampingi Gubernur Sumatera Selatan, Kapolda Sumatera Selatan, Pangdam II/Sriwijaya pun turut melakukan patroli udara selama kurang lebih satu jam usai mengikuti rangkaian apel dan simulasi.
Dengan menumpangi helikopter dauphin PK-VPD, Kepala BNPB beserta rombongan memantau titik api yang terdapat di Desa Petar Luar, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim. Saat patroli udara, helikopter water bombing mondar-mandir memadamkan api dibantu satgas darat dari jajaran BPBD Kabupaten Muara Enim, Manggala Agni, TNI, Polri dan Masyarakat Peduli Api. Para satgas darat ini telah melaksanakan pemadaman sejak tiga hari yang lalu. Dari enam hektar lahan yang terbakar, tersisa empat hektar lagi yang belum padam.

Tulis Komentar