Ketidaksanggupan Gubri Abdul Wahid dalam menghadapi argumentasi PT PHR

Lagi-lagi Gubernur Riau Berulah

Di Baca : 9098 Kali
Ketua KNPI Riau Apresiasi Kinerja PT PHR, Dana PI Bermanfaat Bagi Rakyat. (ist)
 

Lebih lanjut lagi, bahwa selain terus-terusan berkeluh kesah, Gubri Abdul Wahid terbukti tidak memiliki "Taring" di hadapan Pusat, Abdul Wahid tak berkutik, diam membisu, ketika di belakang, budak Inhil itu justru "merepet" dan Nyinyir tak karuan.

"Terimakasih buat Pimpinan PT PHR, yang sudah berusaha bekerja maksimal, memberikan perhatian bagi Daerah, Bangsa dan Negara Wabbilkhusus bagi aktivitas para Pemuda dan Kalangan Generasi Muda di bawah Naungan DPD KNPI Provinsi Riau, kontribusi PHR sungguh nyata dan berdayaguna bagi kemajuan Anak Bangsa," ungkap Ketua KNPI Larshen Yunus.

Terakhir, mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Sosialis Indonesia dan mantan Ketua Presidium Pusat GAMARI 5 periode itu kembali menegaskan, agar ke depan PT PHR berkenan memberikan kontribusi yang lebih meningkat, terutama bagi pertumbuhan ekonomi di Wilayah Provinsi Riau, di tengah kondisi fiskal yang kurang stabil dan terbebani pada 2025 ini.

"Kami ini posisinya meminta, jadi kalau tangan di bawah harus sesuaikan sikap, jangan pula sok arogan!!! PHR itu milik Negara, mereka tahu persis apa yang harus dilakukan. Selain mengucapkan banyak terimakasih, KNPI Provinsi Riau kembali mengajak PHR untuk optimis mendorong pertumbuhan ekonomi di Riau, di tengah beban fiskal yang cukup berat, diharapkan sektor migas sebagai kekayaan dari bumi Riau dapat dirasakan dan benar-benar berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan di berbagai aspek," akhir Ketua Umum DPP Gabungan Rakyat Prabowo Gibran itu, seraya menutup pernyataan persnya.

Nampak hadir dalam pertemuan silam, antara Direktur Utama PT PHR, Ruby Mulyawan, yang selalu berdalih soal beban Insentif Progresolive Split 10 persen dan akan terus melonjaknya investasi guna mempertahankan lifting.

"Beban kami pak, biaya insentif progresolive Split dan melonjaknya biaya investasi Proyek CEOR, guna terus mempertahankan Lifting dan bahkan sampai inline, ditambahkan lagi harga Minyak Dunia yang terus menerus turun, sehingga kondisi belum stabil," jelasnya.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar