Syahbabdar Lalai, Kapal dari Panipahan-Bagansiapi-api PP Rusak dari Awal Dipaksakan Juga Berangkat, Bendera Kantor Robek Dibiarkan
Sumber di lapangan menyebutkan, keterlambatan disebabkan oleh kerusakan pada salah satu mesin, yang kemudian berdampak pada kinerja mesin lainnya.
Meski kapal masih dapat bergerak, lajunya sangat lambat sehingga perjalanan menjadi jauh lebih lama.
“Mesin satu rusak, lalu merembet ke mesin lain. Kapal tetap bisa jalan, tapi jalannya lambat, seharusnya diperiksa, dirawat kapalnya yang dibawa ini nyawa manusia. Kalau mesin sudah bermasalah, seharusnya tidak diberangkatkan,” kata sumber tersebut kepada media.
Konfirmasi awak media dan LSM kepada unit III Syahbandar Panipahan dihubungi Pak Agustinus lewat seluler dengan nomor +62 852-6XXX-4067 tidak menjawab di chat beberapa kali tidak dibalas sejak 22, 23, 24 Desember 2025. Pihak awak media dan DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut, sebelumnya sudah ke kantor Syahbandar Panipahan untuk konfirmasi kesiapan angkutan Nataru 2026. Namun menurut stafnya, Kepala Unit III Syahbandar Panipahan Agustinus tidak ada di kantor, demikian juga petugas Pengawas Kapal Mare-mare tidak ada di kantor. Menurut keterangan wartawan mereka ini sulit ditemui untuk konfirmasi berbagai masalah yang akan dikonfirmasi wartawan. Mulai dari GT speedboat apakah sesuai dengan rekomendasi, Surat Persetujuan Berlayar (SPB), kapal penumpang tapi angkut barang juga, penumpang berlebihan.
Akhirnya Kepala Syahbandar Bagansiapi-api Kabupaten Rokanhilir Riau Purnomo yang sudah berkali-kali dikontak, baru kali ini Rabu (24/12/2025) mau berjawab pertanyaan wartawan.

Tulis Komentar