Rilis Akhir Tahun 2025, Polda Riau Catat Penurunan Kejahatan dan Penguatan Green Policing
Pendekatan dialogis, mediasi, serta pemantauan isu media sosial menjadi strategi utama. Dalam pengamanan unjuk rasa, Polda Riau mengedepankan pendekatan humanis, termasuk melibatkan Polwan sebagai negosiator dan simbol penghormatan terhadap aspirasi masyarakat.
“Stabilitas keamanan tidak bisa hanya dijaga dengan kekuatan, tetapi dengan komunikasi dan kepercayaan,” ujar Kapolda.
Hadir Saat Bencana, Kirim Personel dan Ribuan Alat Pemulihan
Polda Riau juga menunjukkan komitmen kemanusiaan lintas wilayah. Dalam penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Polda Riau mengirimkan 290 personel, termasuk 42 psikolog untuk trauma healing, serta 6 truk logistik, 31 truk tangki air, 100 toren air, dan 3.459 unit peralatan pemulihan pascabencana.
“Kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Saat saudara kita membutuhkan, negara harus hadir,” kata Kapolda.
Satgas PKH dan TNTN: Dukungan Penegakan Hukum yang Terukur dan Humanis
Polda Riau juga berperan aktif mendukung Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), khususnya dalam penanganan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Berdasarkan data yang ada, kawasan TNTN seluas 81.793 hektare menghadapi persoalan kompleks, mulai dari penguasaan lahan ilegal, pemukiman, hingga konflik sosial. Polda Riau telah menerima 5 laporan polisi sebagai bagian dari dukungan penegakan hukum Satgas PKH.
Tulis Komentar