Rilis Akhir Tahun 2025, Polda Riau Catat Penurunan Kejahatan dan Penguatan Green Policing
“Kami membangun sistem. Polisi harus hadir di jalan, di laut, di ruang digital, dan di tengah masyarakat. Itulah arah program Polda Riau,” ujarnya.
RAGA, RADAR, dan JALUR: Hadir di Jalan, Dunia Digital, dan Wilayah Pesisir
Salah satu program unggulan adalah RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme), sebuah tim khusus yang menjalankan patroli gabungan secara terkoordinasi dan humanis untuk menekan geng motor, anarkisme, dan kejahatan jalanan.
Sepanjang 2025, Tim RAGA melaksanakan 13.318 kegiatan preemtif, preventif, dan penindakan, serta berhasil mengungkap 7 kasus dengan 12 tersangka, terkait pemerasan, pengancaman, penguasaan lahan ilegal, dan pungutan liar.
“RAGA adalah simbol kehadiran negara. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan masyarakat merasa aman,” tegas Kapolda.
Di ruang digital, Polda Riau mengembangkan RADAR (Riau Damai Anti Cyber Crime) sebagai respon terhadap meningkatnya kejahatan siber dan disinformasi. Program ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga literasi digital dan kolaborasi dengan masyarakat.
Sepanjang 2025, Polda Riau menerima 160 pengaduan melalui WhatsApp RADAR, dengan 99 laporan ditindaklanjuti, serta 604 pengaduan melalui patroli siber, dengan 409 laporan ditindaklanjuti. Survei terhadap 1.543 responden menunjukkan 72,7 persen masyarakat sangat setuju bahwa RADAR berkontribusi menciptakan masyarakat yang lebih bijak bermedia sosial.
Tulis Komentar