Gunung Merapi-Singgalang Menghilang Lagi, Wisatawan Tunda Melintas Malam Hari

Kota Wisata Bukittinggi Diguyur Hujan, Wisatawan Tetap Nikmati Libur Panjang

Di Baca : 2085 Kali
Jam Gadang Kota Bukittinggi sebagai Landmark (simbol) kota wisata Bukittinggi tetap dikunjungi wisatawan di masa libur panjang 2025-2026, gambar diabadikan Jumat (2/1/2026). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Bukittinggi, Detak Indonesia--Kota wisata Bukittinggi di Sumbar diguyur hujan Jumat 2 Januari 2026 sekira pukul 10.00 WIB tadi.

Wartawan DetakIndonesia Aznil Fajri melaporkan, dari cerita warga Kota Bukittinggi saat malam pergantian tahun 2025 ke 2026, cuaca cukup cerah di kota Sanjai ini. Namun di lokasi Jam Gadang tempat wisatawan biasa ngumpul ribuan orang tak terlihat pesta kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya.

Beda di Kota Pekanbaru saat pergantian tahun kota minyak itu diguyur hujan deras sehingga penduduk tak banyak turun ke jalan. Sedianya warga Pekanbaru sudah siap-siap turun ke jalan merayakan pergantian tahun 2025 ke 2026, namun jalanan Kota Pekanbaru sepi. Kendati jalanan sepi, di beberapa daerah terdengar juga letusan kembang api ke udara. Ada rekan-rekan bilang sebagian warga Pekanbaru kurang semarak, "kurang bahagia" kurang puas hatinya di pergantian tahun ini karena kotanya diguyur hujan deras.

Jalanan di lintas barat Pekanbaru-Bangkinang, Kelok 9, Payakumbuh-Bukittinggi Sumbar nampak tak terlalu padat. Mereka yang mengerti cuaca bergerak siang hari saja, malam hari istirahat di perjalanan. Misalnya dari Pekanbaru ke Payakumbuh ada tempat rehat gratis di sejumlah restoran/kedai nasi di Lubuk Bangku.

Bahkan ada tukang urut di gazebo Restoran Terang Bulan Lubuk Bangku. Tarif urut tidak dipatok, biasanya upah urut Rp50.000/jam. Toilet juga tersedia bersih. Apalagi yang wisatawan risaukan. Liburan panjang hanya setahun sekali. Rugi tak wisata ke tempat-tempat indah dan sejuk.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar