Dua Tahun Tim Laboratorium PHR Berjibaku

Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan

Di Baca : 2732 Kali
Hampir dua tahun, tim peneliti laboratorium PHR berjibaku dengan ratusan sampel bahan kimia untuk menemukan formulasi yang benar-benar mampu bekerja optimal di karakter reservoir Lapangan Rokan. (Dok. Humas PHR)

 

Setelah melalui uji coba lapangan pada Juli 2025 melalui Proyek Surfactant Extended Stimulation (SES) di Lapangan Balam South, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa, 23 Desember 2025 menjadi tonggak penting bagi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Pada hari tersebut, proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) resmi diluncurkan di Lapangan Minas Area A, Zona Rokan. Peresmian yang berlangsung di Rumbai ini menegaskan komitmen PHR dalam mengoptimalkan produksi migas guna mendukung ketahanan energi nasional.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menegaskan, lapangan Minas merupakan salah satu aset paling penting dalam sejarah industri hulu migas Indonesia, yang selama puluhan tahun telah berkontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional.

“Namun kita juga menyadari bahwa Minas adalah lapangan yang sudah mature. Keberlanjutan produksinya hanya dapat dijaga melalui inovasi dan penerapan teknologi yang tepat. Oleh karena itu, kita bersyukur hari ini dapat meresmikan penerapan Chemical EOR Tahap I di Area A Lapangan Minas,” ujar Djoko.

Senada, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menilai keberhasilan CEOR, khususnya pada lapangan mature, membuktikan bahwa inovasi teknologi mampu memperpanjang umur lapangan, meningkatkan recovery factor, serta memperkuat ketahanan energi nasional. 

"Yang patut kita banggakan bersama, surfaktan sebagai komponen utama dalam teknologi CEOR ini merupakan hasil inovasi perwira Pertamina. Efektivitasnya telah melalui serangkaian pengujian baik di laboratorium maupun di lapangan, sehingga memastikan keandalan dan kesiapan teknologi ini untuk diterapkan secara komersial," ungkap Oki.

Surfaktan utama yang digunakan diformulasikan secara khusus agar dapat bekerja optimal di lapangan-lapangan Pertamina. Proses pengembangannya melibatkan sinergi dengan sejumlah anak usaha, antara lain PT Pertamina Lubricants (PTPL) dan Elnusa Petrofin, mulai dari pengadaan bahan baku, proses blending, quality assurance/quality control (QA/QC), hingga distribusi ke lokasi proyek. Seluruh tahapan tersebut telah melalui serangkaian uji laboratorium dan uji lapangan.









[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar