Massa Demo Lapas Pekanbaru, Desak Pulangkan Aktivis PETIR dari Lapas Nusakambangan ke Pekanbaru
Lukman, KTU Lapas Kelas II Pekanbaru, yang datang menemui pendemo mewakili Kalapas Yuniarto mengatakan, alasan Jekson dipindahkan ke Nusakambangan karena hasil asesmen mendapati Jekson selalu berteriak teriak dan menimbulkan ketidaknyamanan di Lapas tersebut.
Sementara itu, karena pendemo mendesak pihak Lapas untuk mengadakan video call dengan Jekson, akhirnya dikabulkan.
Beberapa orang perwakilan pendemo yakni abang dan adek Jekson bersama aktivis dan wartawan, diizinkan masuk ke halaman Lapas untuk mendapatkan akses langsung bicara dengan Jekson.
Setelah ditunggu hampir 40 menit, akhirnya lewat ponsel milik Nimrot Sihotang salah satu Kabid di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Riau dan Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, diadakanlah video call dengan Jekson.
Saat adek Jekson bernama Jeli, mengadakan pembicaraan langsung dengan Jekson yang sedang berada di Nusakambangan, diperoleh jawaban dari Jekson bahwa selama dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, kondisinya baik baik saja.
Lalu ditanyakan selama ditahan di Lapas Pekanbaru, Jekson mengaku tidak pernah berteriak teriak seperti yang disampaikan Lukman selaku KTU di Lapas Pekanbaru itu.
Tulis Komentar