Pengakuan Petani Sawit yang Tanaman Sawitnya Ditumbang Perusahaan

Central Grup Bikin Ribut Lagi di Rohul setelah Siak, Tumbang dan Dituding Serobot Kebun Sawit Warga

Di Baca : 59 Kali
Kebun sawit usia 3 tahun milik warga Desa Pemandang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Pinkun 16 ha sudah ditumbang dituding diserobot PT ANS/Central Group Desember 2025 lalu. Ditinjau tim investigasi DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut. (azf)
 

Pinkun juga memperlihatkan bukti bayar pajak tahun 2025 dan 2026. Pinkun dan anaknya Budi membawa tim investigasi ke lokasi perusakan kebun sawitnya. Di lokasi nampak sebagian batang sawit yang ditumbang alat berat pihak perusahaan pada Desember 2025 lalu. Kerugian di pihak Pinkun ditaksir sekitar Rp750 juta.

Terpisah Humas Grup PT ANS/Central Muhammad Rapiin saa dikonfirmasi tim investigasi Rabu (16/7/2026) menanggapi perusakan ini menegaskan akan melakukan pengukuran berdasarkan surat yang dimiliki Pak Pinkun seluas 42 ha. Tapi tak ditemukan seluas itu.

"Masak mereka menggugat kita berdasarkan surat tanah tapi tanahnya tak ditemukan. Siapa salah bang?" kata Muhammad Sapii.

Hal ini diluruskan Pak Pinkun dengan mengatakan mereka hanya membahas lahan sawitnya saja seluas 16 ha yang diekskavator perusahaan PT ANS/Central usia sawitnya sudah 3 tahun, bukan membahas 42 ha itu. Karena 42 ha itu banyak warga yang punya lahan. Lahan Pak Pinkun hanya 16 ha.

Selain ribut dengan Pak Pinkun, ada pihak masyarakat luas di Rokan IV Koto yang bergabung di koperasi yang kecewa dengan perjanjian PT ANS. Janji awal menyerahkan lahan ninik mamak ke koperasi bagi hasil 65:35 yakni 65 perusahaan dan 35 koperasi.

Salah seorang Pengurus Koperasi Anugerah Pakis Desa Pemandang, Nur Fajri menegaskan dulu ada tiga koperasi yakni Koperasi Pusu Jaya, Megatani Sejahtera, dan Anugerah Pakis. Tapi anehnya sekarang perusahaan PT ANS membentuk koperasi bernama Pakis Mandiri, seolah-olah meninggalkan mitra lamanya yang sudah MoU. Jadi kecewa yang lain. Keanggotaan Anugerah Pakis pertama sejumlah 800 orang dua desa, Desa Pemandang dan Desa Tanjung Medan. Sedangkan Pakis Mandiri anggotanya Dusun Pakobuak dan Tanjung Medan orang-orang tertentu yang digiring perusahaan. Masalah ini ribut sekarang di desa dan harus cepat diselesaikan sebelum terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan. (tim/arm/azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar