Bangun NTB Kembali dengan Konstruksi Tahan Gempa
Presiden juga berpesan masyarakat harus didampingi ahli konstruksi gempa dan mempercepat pembangunan kembali rumah sebelum musim hujan tiba. Presiden juga mengucapkan terimakasih kepada relawan, dan institusi yang terkait penanggulangan bencana. "Terima kasih atas apresiasi dan kerja kerasnya dalam NTB membangun kembali," ucap Jokowi.
Progres pekerjaan Kementerian PUPR melakukan perbaikan dan pembangunan kembali pascabencana, antara lain jalan dan pembersihan jembatan, longsoran di Km 60-64, Km 100 sudah selesai. Dari 12 yang diperbaiki, 10 jembatan sudah selesai di Kali Padet, Panggung, Lokok Koangan, Sapit II, Embar-Embar, Sokong A, Lempenge I, Luk I, Sidutan dan Segundi.
Fasilitas publik dari 972 dilaporkan rusak, 291 terverifikasi dan 56 sedang dikerjakan. Serta rumah masyarakat 11.392 rusak ringan, 3.556 rusak sedang, 17.769 rusak berat. Ditargetkan fasilitas umum dan publik akan selesai pada akhir tahun 2019, untuk sementara bangunan darurat untuk rumah sakit/puskesmas, sekolah, pasar, masjid/musala untuk menjamin aktivitas masyarakat berlangsung normal.
Dalam laporannya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan saat ini juga sedang dilakukan mobilisasi penempatan fasilitator dan pelatihan fasilitator untuk pembuatan rumah RISHA di 20 lokasi untuk percontohan bagi masyarakat. Untuk mendukung percepatan depo bangunan akan dibangun di lokasi-lokasi strategis kecamatan, dengan harga yang terjangkau. Ditargetkan 6 (enam) bulan ke depan akan selesai dengan cara swakelola dan gotong royong," kata Basuki.
Sementara itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan verifikasi data rumah rusak masih terus dilanjutkan sesuai arahan Presiden.
Tulis Komentar