PEROLEH BANTUAN ASING  

SMPN 6 Siak Hulu di Riau Masih Terutang Rp14 Juta

Di Baca : 3524 Kali
Sekolah SMPN 6 Siakhulu Kampar Riau.

Pekanbaru, Detak Indonesia – Melalui Edwar Pasaribu SH, Pengacara Kantor Hukum mengeluarkan surat nomor 04/SM/1/2019 telah memberikan surat somasi kepada Muswadi mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 6 Siak Hulu, Kampar Riau tentang tunggakan utang yang belum dilunasi.

"Kita sudah mengirim surat somasi pada Muswadi tanggal 6 Januari 2019 lalu tentang adanya tunggakan hutang pada bapak Sirjon pemilik toko bangunan di Jalan Kaharuddin Nasution No 2B P Marpoyan," kata Edwar menyikapi soal utang piutang itu.

Edwar menilai sepertinya sikap baik dari Miswadi tidak kelihatan untuk melakukan penyicilan utang sebesar Rp14 juta selama lebih kurang 3 tahun. 

"Terakhir mantan Kepsek SMPN 6 Siak Hulu ini memberikan cicilan sebesar Rp500.000 pada bulan November 2018 lalu," kata Edwar.

Terkait utang piutang ini, Mantan Kepsek SMPN 6  Siak Hulu membangun Unit Sekolah Baru (USB) di sekolah yang masuk wilayah Kabupaten Kampar Riau ini.

Miswadi dikonfirmasi media lewat ponselnya, Minggu (20/1/2019) mengaku tentang utang piutang pada pemilik toko bangunan Sirjon. Miswadi mengaku, pembangunan USB berasal dari dana bantuan hibah dari Australia sebesar Rp2,4 miliar.

 "Pembangunan USB tiga tahun yang lalu, tidak ada masalah sebelumnya sudah dilakukan audit intern dan ekstern," kata dia, sambil menutup pembicaraan dan menyarankan untuk berbicara dengan salah satu pengacaranya, Ningsih.

Berselang kemudian, Ningsih kembali mengontak media terkait utang piutang ini. Seperti pertemuan Selasa malam (22/1) yang ditemani Wadi kembali menjelaskan soal utang piutang ini.

"Intinya, pak Miswadi punya itikad baik, seperti telah menyicil utang itu terakhir sebesar Rp500.000 di bulan November 2018," sebutnya di bilangan RR Caffe di Jalan Kaharuddin Nasution Marpoyan, Pekanbaru.

"Saya tak ingin mengomentari soal fisik bangunan, namun saya sendiri nanti akan bicara dengan Edwar Pasaribu terkait utang piutang ini, termasuk pasal keberatan nomor berapa," sebut Ningsih yang mengaku bukan pengacara Miswadi, melainkan hanya pendamping PKN terangnya.

Namun rekan Ningsih yang mengaku bernama Wadi yang duduk di sebelahnya menjelaskan pembangunan USB di SMPN 6 Siak Hulu yang memiliki anggaran Rp2,4 miliar kemarin tidak hanya dibangun USB saja.

"Disana itu juga dipergunakan membangun musala, lapangan basket, bangunan USB menggunakan batu kali besar dari Sumatera Barat," sebut Wadi yang mengaku warga setempat dan juga pensiunan karyawan Surya Dumai Grup (SDG) Pekanbaru.

Miswadi terakhir Juli 2018  menjabat Kepala Sekolah SMPN 6 Siakhulu Kampar Riau sekarang sejak Agustus 2018 hingga Januari 2019 sebagai Kepala Sekolah SMPN 5 Kamparkiri Kabupaten Kampar Riau. Kasek SMPN 6 Siakhulu Kampar yang baru menggantikan Miswadi itu dijabat M Tohir. (*/di/azf)



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar