Loading...
SEMINAR NASIONAL POTENSI DAN PELUANG BUDIDAYA AREN DI TANAH GAMBUT

Dari Tanaman Aren Bisa Dibuat Berbagai Produk

Di Baca : 335 Kali
Para narasumber (pembicara) di Seminar Nasional dengan tema

Bengkalis, Detak Indonesia-- Seminar Nasional dengan tema "Potensi dan Peluang Budidaya Aren di Tanah Gambut" yang diselenggarakan Sabtu (26/01/2019) di gedung LAMR (Lembaga Adat Melayu Riau) Jalan Pramuka, Desa Air Putih, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan pelajar maupun pengusaha.

Pohon Aren adalah tanaman asli Indonesia yang bisa ditemukan hampir merata di seluruh kepulauan yang ada di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Marauke. Selain aren tumbuhan konservasi yang paling baik, sifat dari pohon aren ini mampu menyimpan air di akarnya dalam jumlah yang lumayan banyak (sekitar 200 liter), sehingga tanah di sekitar aren menjadi sejuk dan tidak rawan kebakaran.

Beberapa produk yang bisa dihasilkan dari pohon aren ini, seperti Air Nira, Botanical Water, Gula Batok, Gula Semut, Alkohol Farmasi, Bioethanol (energi bahan bakar), Kolang Kaling, Ijuk, Batang bagian luar aren dapat dijadikan (meja, kursi, lemari dan sebagainya), sedangkan batang bagian dalam aren yang masih muda dan belum keluar tandan bisa dibuat menjadi sagu aren serta dapat dijadikan makanan tradisional dan mie bihun, Akar Aren dapat dijadikan obat, Kerajinan Anyaman dari lidi aren dan manfaat lain sebagainya.

Kegiatan seminar ini dihadiri oleh beberapa pembicara yang berkompeten di bidangnya, terutama di bidang perkebunan tanaman pohon aren. Ketua Asosiasi Aren Kabupaten Bengkalis DR Eng Muhammad Syahminan ST MT menjelaskan usai seminar Sabtu (26/01/2019), bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyelenggarakan program kerja DPD Asosiasi Aren Kabupaten Bengkalis, di mana sampai hari ini masih banyak masyarakat di Pulau Bengkalis kurang memanfaatkan pohon aren ini.

Ketua Asosiasi Aren Kabupaten Bengkalis, DR Eng Muhammad Syahminan ST MT didampingi istri Sabtu (26/01/2019), (Devon/ DetakIndonesia.co.id)

DR Eng Muhammad Syahminan ST MT juga menambahkan,  harapan ke depan terhadap masyarakat Bengkalis bisa mengangkat potensi daerahnya sendiri dalam arti disini terhadap tanaman aren itu, bukan hanya sekadar untuk memanfaatkan kolang-kaling atau buah enau, tetapi bisa juga dimanfaatkan air niranya dimana produk air nira itu sendiri bukan juga hanya sekadar gula, tapi juga bisa ethanol dimana ethanol tersebut juga bisa dijadikan untuk bahan bakar di samping itu juga bisa menjadi produk untuk industri kesehatan, di samping itu banyak lagi manfaatnya seperti ijuk dan juga kayu aren, di mana kayu aren itu bisa digunakan sebagai bahan bangunan di mana kekuatan kayunya juga termasuk kelas satu. 

"Ayo ke depan kita bersama-sama mengembangkan potensi di daerah kita khususnya Bengkalis terutama tanaman lokal kita yang lama kita tinggalkan, ayo bersama-sama kita menanam aren di negeri junjungan ini, zaman now..tanam enau," ungkapnya.

Dewan Pengurus Harian (DPH) LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri H Sofyan Said, juga menjelaskan saat usai seminar di lokasi, mengucapkan alhamdulillah pada hari ini Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau mendapatkan aspresiasi oleh Asosiasi Aren Indonesia, semangat para peserta telah mengikuti kegiatan ini dari pagi hingga sore, sehingga pengetahuan untuk penanaman atau budidaya aren di tanah gambut semoga mendapat dukungan di semua pihak terutama bagi generasi-generasi muda (generasi-generasi penerus kita), karena budaya aren ini bukan budayanya baru, ini adalah budaya yang sudah menjadi pusaka bagi kita untuk daerah ini, sehingga dengan dilaksanakannya seminar pembudidayaan aren ini dapat meningkatkan hasil masyarakat setempat khususnya di Kabupaten Bengkalis. (dev)



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar