Loading...
PERMINTAAN RW TAK DIGUBRIS

Giant Panam Harusnya Buat Jalan Sendiri

Di Baca : 412 Kali
Pihak Giant Panam memulai memagar tembok di samping Jalan Mayar Sakti bersebelahan dengan Ponpes Dar El Hikmah Panam Pekanbaru, Riau jalan sempit ini terkadang dilewati truk besar bongkar muat barang di dalam Giant. Warga minta agar Giant bangun jalan sendiri di dalam komplek Giant dan jangan pelit berhitung lahan.(Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Pekanbaru, Detak Indonesia--Polemik antara warga RW 03 Kelurahan Simpangbaru Kecamatan Tampan Pekanbaru, Riau yang bersepadan dengan pihak pengelola Giant Panam Pekanbaru sudah lama berlangsung. 

Salah satunya masalah tak tersedianya jalan sendiri di dalam komplek Giant untuk masuknya truk-truk besar Interkuler yang bongkar muat barang ke dalam komplek Giant Panam Pekanbaru. Akhirnya truk besar lewat jalan sempit yang macet Jalan Mayar Sakti disamping Ponpes Dar Er Hikmah dan Jalan Balam Sakti di samping RSJ Tampan dengan Giant Panam.

Demikian disampaikan Ketua RW 03 Kelurahan Simpangbaru Tampan Pekanbaru, Riau Ikhwan kepada Detak Indonesia, Jumat (9/8/2019). 

"Saya sudah sampaikan kepada pihak Giant Panam sejak dulu lagi agar buat jalan sendiri di dalam komplek Giant Panam itu agar truk besar bisa masuk. Dasar pelit, terlalu berhitung lahan, mereka tak gubris juga tak mau buat jalan sendiri untuk keluar-masuknya truk-truk yang bongkar muat barang ke dalam Giant. Dan tetap memakai jalan umum sempit tadi bikin macet," keluh Ikhwan.

Pagar tembok yang dibangun pengembang Giant PT Metropolitan City di Jalan Mayar Sakti jalan sempit menuju Kampus Unri Bina Widya Panam Pekanbaru

Menurut Ketua RW 03 Ikhwan lagi, pihaknya tidak menyetujui rencana pembangunan tempat hiburan oleh pihak Giant ini. Karena kawasan ini bukan untuk lingkungan hiburan tapi di sini lingkungan pendidikan ada Ponpes Dar El Hikmah, Kampus Unri Bina Widya Panam di belakangnya, dan lain-lain. Sampai sekarang pihak Ketua RW 03 menyatakan belum mau menandatangani surat Izin Prinsip pembangunan pengembangan proyek Giant untuk dibawa ke Pemko Pekanbaru.

Demikian juga Lurah Simpangbaru Tampan Pekanbaru Ny Rien yang dikontak Jumat (9/8/2019) menegaskan belum meneken persetujuan Izin Prinsip itu karena warga di sekitar rencana pembangunan keberatan akan dibangun tempat hiburan.

Sementara Camat Tampan Ny Liswarti yang dikonfirmasi Jumat (9/8/2019) menjelaskan pihaknya baru saja mengetahui adanya permasalahan tersebut dan akan mengundang semua pihak yakni PT Metropolitan City (MTC) yang akan membangun tempat hiburan itu, pihak Ponpes Dar El Hikmah, Ketua RW, Lurah, tokoh masyarakat, dan lain-lain. Rencananya Senin pagi (12/8/2019) undangan rapat di Kantor Lurah Simpangbaru pagi hari. Esoknya Selasa (13/8/2019) undangan Rapat di Kantor Camat Tampan Pekanbaru pada pagi hari membicarakan  permasalahan tersebut.

Terpisah pimpinan PT Metropolitan City (MTC) Candra yang dikonfirmasi Jumat (9/8/2019) menjelaskan tak ada masalah antara pengembang dengan warga sekitarnya. Pemagaran dengan tembok tinggi tujuannya untuk aman karena sebelumnya banyak preman di lahan itu.

"Hubungan saya sama Pak Ketua RW 03 Ikhwan baik-baik saja juga dengan Lurah, dan pihak Ponpes Dar El Hikmah. Saya pernah bicara lisan menjelaskan rencana pembangunan tempat hiburan bioskop di komplek di belakang Giant ini, Mereka setuju," kata Candra.

Candra menyebutkan mungkin ada investor lain yang berminat akan membangun di kawasan ini sehingga ribut begini. Namun tanggapan Candra ini dibantah Ketua RW 03 Ikhwan dengan mengatakan memang mereka ini bebal tak mau mendengarkan pihak RW. Dari dulu sudah disuruh agar parit di kiri-kanan komplek Giant itu beton karena truk-truk besar bongkar muat ke dalam Giant, tetap saja tak didengarkan. Disuruh bikin jalan sendiri di dalam komplek Giant Panam untuk keluar-masuk truk besar interculer yang bongkar barang di dalam Giant itu tak juga dibuat memang dasar bebal.(azf)



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar