Loading...
SEJUMLAH PKS BERSAING BELI SAWIT MASYARAKAT

PKS PTPN 5 Sei Pagar Selektif Terima TBS

Di Baca : 2592 Kali
Pasokan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN 5 Kebun Sei Pagar Kabupaten Kampar Riau Selasa (5/11/2019) kini super selektif karena manajer baru, buah tak berkualitas akan ditolak bahkan manajer standby di pabrik memplototi buah yang dipasok. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Sei Pagar, Detak Indonesia--Pabrik Kelapa Sawit (PKS)  PTPN 5 Sei Pagar Kabupaten Kampar, Riau memperketat penerimaan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit rakyat. 

Pantauan di PKS tersebut Selasa (5/11/2019) sejumlah pemasok buah yang selama ini memasok buah cukup melimpah sampai truk sarat muatan TBS antre di depan PKS, namun kemarin sepi. Pabrikpun kekurangan TBS berkualitas.

Mobil tanki CPO melintas di kebun sawit PTPN 5 Sei Pagar Kampar Riau

Ini menurut warga di sekitar PKS disebabkan sekarang Manajer PKS PTPN 5 Sei Pagar adalah orang baru dan melakukan seleksi ketat terhadap kualitas TBS yang dipasok ke pabrik. Tidak bisa sembarang TBS dipasok ke pabrik. Harus TBS yang berkualitas masak sempurna, kalau TBSnya masih muda maka akan ditolak oleh manajer pabrik. Selama ini kata warga, TBS yang dipasok kurang ketat pengawasannya.

Afdeling 1 kebun inti kelapa sawit bibit pelepah pendek di PTPN 5 Sei Pagar Kampar Riau

"Ya Pak, Manajer Pabrik Kelapa Sawit PTPN 5 Sei Pagar ini orang baru, ketat sekarang pengawasannya. Malah manajer pabrik tersebut nongkrong di pabrik mengawasi buah sawit yang dipasok. Kalau buah tak bagus, maka ditolak manajer," kata warga di sekitar pabrik. 

Warga juga menginformasikan saat ini di PKS PTPN 5 Sei Pagar Kampar sedang dibangun instalasi untuk menampung gas yang lokasinya di kolam limbah minyak kotor (miko). Sejumlah pekerja nampak mulai sibuk bekerja memasang instalasi yang diperlukan. 

Sementara kebun inti kelapa sawit pelepah pendek temuan terbaru yang dikembangkan PTPN 5 masa tanam (MT) 2016 lalu di kebun PTPN 5 Sei Pagar Kampar Riau ini sudah mengeluarkan buah pasir pada Selasa (5/11/2019). Namun di usia 3 tahun pada November 2019 ini buah yang keluar cukup aneh ada warga yang menyebutnya buah anomali atau buah landak. Disebut buah landak karena buahnya berduri seperti duri landak. Kalau bibit sawit yang biasa kalau sudah buah pasir buahnya bisa dipanen, namun bibit sawit pelepah pendek ini buah pasir banyak mengeluarkan buah landak belum bisa dipanen dan buahnya dibiarkan rontok di tanah.

Buah sawit pelepah pendek usia 3 tahun yang sebagian berbuah landak dan sebagian buah normal rontok tak dipanen di kebun inti PTPN 5 Sei Pagar Kampar Riau Selasa (5/11/2019)

Menurut Humas PTPN 5 Riau, Risky bahwa buah sawit pelepah pendek yang rontok itu mungkin belum sampai rotasinya.

Di lain pihak di Provinsi Riau di Kabupaten Pelalawan di awal musim hujan ini terjadi persaingan pembelian TBS kelapa sawit milik masyarakat. 

Buah anomali/buah landak bibit sawit pelepah pendek masa tanam tahun 2016 di kebun inti PTPN 5 Sei Pagar Kampar Riau, Selasa (5/11/2019)

Informasi dari warga Bandar Seikijang Pelalawan Riau, pabrik kelapa sawit di Desa Segati PT Sawit Mas Nusantara dan PT Mitra Unggul Pusaka (PT MUP) paling diminati masyarakat memasok TBS sawit ke pabrik tersebut. Harga TBS sawitnya sedikit dinaikkan, sehingga ramai-ramai Pemasok Buah (PB) mengirim TBS sawit ke pabrik di atas. 

TBS sawit dipasok dari sekitar Desa Bukit Kesuma dan desa-desa lainnya di Kecamatan Pangkalankuras Pelalawan Riau sekitarnya. Menurut informasi warga, cukup melimpah pasokan TBS sawit warga ke PT MUP di Desa Segati tersebut tiap hari. Demikian juga PKS PT Anugrah Tani Makmur (ATM) pabrik di Jalan Maredan pasokan TBS sawit melimpah. 

Sementara pasokan TBS sawit di kawasan Kecamatan Bandar Seikijang yang jumlah PKSnya ada sekitar delapan buah kini kekurangan pasokan TBS sawit, pengelola pabrik cukup prihatin.(azf) 



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar