UMKM Binaan PTPN V Ini Cuan Besar Saat Hari Raya Kurban
Keuntungan tersebut di antaranya yakni petani dapat mengurangi kecenderungan bergantung pada pupuk kimia yang kini harganya melambung tinggi. Sebab ada limbah dari ternak sapi yang menjadi pengganti pupuk kimia yakni pupuk organik. Artinya pemeliharaan kebun kelapa sawit masih cukup terjaga.
"Kemudian, daging sapi yang diternak petani kita itu lebih padat. Karena dilepaskan, bergerak bebas, tidak hanya dikandangkan. Bobotnya itu hingga mencapai 100 kilogram. Alhamdulillah ini akan menjadi bisnis menjanjikan selain usaha utama perkebunan sawit. Apalagi pasar masih terbuka luas," tuturnya.
Untuk diketahui, PTPN V di awal Januari 2021 lalu mengguyur modal usaha untuk peternakan sapi sebesar Rp1 miliar kepada para petani sawit usai mengikuti program PSR di Siak. Bantuan tersebut bertujuan untuk menjaga roda ekonomi para petani hingga menjelang panen.
Tepat 30 bulan usai tanam perdana, medio Juni 2023 kemarin, para petani tersebut telah merasakan manisnya panen perdana. Kini, tingkat ekonomi para petani dijamin meningkat usai hasil panen dan peternakan sapi berjalan seiringan.
Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko Santosa bersyukur dengan keberhasilan para petani mitra binaan PTPN V yang berhasil membuka diversifikasi bisnis baru. Dia berharap, program peternakan sapi yang dijalankan oleh Setyono dan kawan-kawan dapat menjadi inspirasi bagi petani sawit lainnya untuk mengikuti peremajaan sawit rakyat.
Tulis Komentar