Seruan Boikot Produk Pro Israel Menggema di Monas, di Kota Pekanbaru Mc Donald Buka Gerai Baru
Kelima brand itu, semuanya terafiliasi pada perusahaan multinasional di Amerika dan Eropa, diketahui aktif mendukung kebijakan zionis/apartheid Israel, baik dalam bentuk investasi, pendirian dan operasi pabrik maupun dukungan pendanaan langsung.
McDonalds, misalnya, diketahui mendukung pasukan Israel dengan memberikan makanan dan minuman gratis bahkan saat bombardir atas wilayah Gaza berlangsung. Sejak pekan pertama Oktober 2023, bombardir serangan udara Zionis Israel telah menewaskan setidaknya 10.000 warga Palestina di Gaza, di mana 4.000 orang di antaranya adalah anak-anak dan 2.500 orang lainnya adalah kaum perempuan. Inilah pelanggaran HAM berat zionis Israel yang belum ditanggapi Pengadilan HAM internasional.
Besarnya jumlah korban dalam waktu yang singkat itu menyebabkan sebagian pihak kini menggambarkan serangan Israel atas Gaza sebagai genosida terbesar dalam abad 21 ini.
Nestle, perusahaan makanan terbesar dunia dengan 2.000 brand global, diketahui memiliki unit bisnis di Israel, Osem, yang memproduksi aneka produk pangan. Seperti di Israel, unit operasi Nestle di Indonesia memproduksi produk pangan dan minuman air kemasan, termasuk susu Dancow, Milo, Nescafe, susu Bear Brand, susu Carnation, sereal Koko Krunch, cokelat Kitkat, susu bayi Lactogrow dan masih banyak lagi.
Coca-Cola sendiri diketahui memiliki sebuah pabrik yang berlokasi di kawasan pemukiman ilegal Atarot, yang merupakan bagian dari tanah warga Palestina yang diambilpaksa. Di Indonesia, Cola-Cola memayungi produk populer seperti merek Fanta, Sprite, Frestea, Scheweppes dan Minute Maid.
Sementara itu, Danone, induk raksasa air kemasan Aqua yang berbasis di Paris, diketahui belum lama ini telah mengivestasikan sedikitnya 3,5 juta dolar Amerika ke sebuah perusahaan startup Israel.
Tulis Komentar