Tekad Bunga, Peraih Beasiswa PHR Jenjang S2 ke Amerika: Saya Janji Kembali ke Riau
Ketika ditanyakan apa hal yang paling menggugah cara pandangnya terhadap masa depan, Bunga mengutip kalimat wanita pesohor favoritnya di bidang siniar dan televisi yakni Najwa Sihab. “Jadilah seorang pembaharu. Biar orang lain yang ikut meniru. Daripada harus mengikuti tren tanpa henti. Sebab hidup bisa habis tanpa diisi,” katanya.
Namun, seperti dinyatakan Bunga, yang juga paling berpengaruh dalam pola pikirnya adalah teladan yang diberikan sang ayah, yang merupakan seorang guru yang berhasil menyelesaikan jenjang doctoral dalam pendidikannya. Sebuah pesan sederhana dari sang ayah terngiang di ingatannya, bahwa pendidikan itu membentuk pola pikir menjadi lebih baik.
“Sekolahlah setinggi yang kamu sanggup. Karena dengan begitu, cakrawala berpikirmu menjadi lebih luas. Kamu berpotensi melihat peluang lebih besar atas apa yang kamu inginkan, dari titik itu,” ucap Bunga meniru ucapan sang ayah.
Berbekal motivasi dari idola dan orang tuanya, Bunga selalu berusaha untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Bahkan ketika keluar rumah, Bunga selalu menetapkan target atas tujuannya. Termasuk ketika mendapatkan kesempatan magang di SKK Migas, Jakarta. Di kantor Lembaga yang bertanggung jawab mewakili negara dalam melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi itu, Bunga banyak belajar dan menyimak tantangan-tantangan di bidang hulu migas Indonesia.
Ketertarikan Bunga mengerucut pada ruang-ruang potensi pengembangan sumber daya manusia dunia migas.
Tulis Komentar