Ada 166 Hotspot di Sumatera, Kapolda Sumsel Gelar Rapat Bersama Jajaran Manggala Agni
Sementara itu Kepala Balai PPIKHL Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan kesediaan pihaknya untuk memberikan pelatihan ketrampilan kepada personel Polda Sumsel.
“Kami sampaikan terimakasih kepada Pak Kapolda untuk kesempatan kita rapat kali ini. Kondisi di Manggala Agni sendiri memang sangat kekurangan tenaga di lapangan. Dengan adanya bantuan kekuatan dari Polda dan jajaran tentu akan menjadikan pekerjaan di lapangan semakin ringan. Dari Manggala Agni siap untuk memberikan pelatihan ketrampilan bagi personel kepolisian,” tegasnya.
Dukungan dan kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan termasuk pengelola jalan tol. Dirinya juga mengingatkan kendala geografis dan kondisi lahan yang ada cukup menyulitkan petugas memadamkan api.
“Lahan gambut di wilayah Sumsel ini ada yang mencapai ketebalan/kedalaman hingga 6 meter, belum lagi keterbatasan persediaan air serta sulitnya mencapai lokasi. Semua menjadi tantangan dan perlunya ketrampilan menanganinya,” imbuhnya.
Hadir pada rapat koordinasi tersebut Wakapolda Brigjen M Zulkarnaen, para Pejabat Utama Polda, Kapolres OKI, Kapolres Banyuasin, Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera XIV Banyuasin dan XVII OKI.
BMKG Catat 166 Hotspot di Sumatera
Hotspot atau titip panas di Pulau Sumatera Jumat petang 19 Juli 2024 pukul 16.00 WIB yang berhasil dicatat BMKG, total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera sebanyak 166 titik tersebar di Provinsi Bengkulu sebanyak 20 titik hotspot, Jambi 51 titik, Lampung 3 titik, Sumatera Barat 8 titik, Sumatera Selatan 35 titik, Sumatera Utara 2 titik, Kepulauan Riau 1 titik, Bangka Belitung 29 titik, Riau 17 titik hotspot (Kabupaten Rokan Hilir 1 titik, Kabupaten Rokan Hulu 1 titik, Kabupaten Siak 4 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 3 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 4 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 4 titik hotspot). (*/di)
Tulis Komentar