ORANG MENGIRIMKAN KARANGAN BUNGA UCAPAN SELAMAT

Hinca Panjaitan Sampaikan Kritik ke Kejaksaan di Hari Adhiyaksa Ke-64 2024

Di Baca : 3144 Kali
Hinca Panjaitan SH MH menunjukkan foto di ponselnya kepada sejumlah wartawan seorang jaksa aktif perempuan berbaju Pertamina. (tsi)
 

"Orang melihatnya ke atas, saya melihatnya ke bawah. Memang teknis sekali. Akibatnya Indonesia terancam krisis Ketahanan Energi. Karena itulah Saya menerjunkan diri untuk memberikan perhatian serius di sini," tegas Hinca.

"Di mana masalahnya. Nanti anda wartawan bisa cek ke Kejati Riau. Dokumen ini sudah Saya serahkan ke Kejati Riau untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Apalagi angka-angka ini tidak bisa lagi tercapai oleh karena itu menjadi persoalan besar salah satunya itu adalah siapa produksi dalam negeri yang bisa memenuhi standar geomembrane itu. Karena tak pernah dipenuhi standarnya di sini kejahatan yang paling berat menurut Saya Dirut Pertamina paling atas sampai bawah itu tanggung jawab, pembiaran ini namanya," tegas Hinca.

"Karena diperlukan dokumen-dokumen kecil plastik geomembrane itu dibawa ke lab memenuhi standar apa tidak maka pergi ke BRIN. BRIN lah lembaga yang memberi sertifikasi yes or notnya itu. Apa yang terjadi. Siapa BRIN yang berada di atas? Ketua Pengarahnya itu Presiden kelima Ibu Megawati, di sana ada Emil Salim, di sana ada tokoh-tokoh besar. Merekalah yang diduga dipalsukan itu. Kelihatan sepele hanya suratnya itu," jelas Hinca Panjaitan.

Cara memalsukannya pun parah sekali, alamat Kantor BRIN saja salah. Apalagi substansinya. Jadi seolah-olah ada dari BRIN, ini sah gitu. Dibawalah ini lalu dilakukan pembayaran. Nah kemudian ketemu ada masalah kemudian dihentikan. Nah, kenapa tiba-tiba berhenti oleh Kejaksaan yang bagus-bagus ini jaksanya sebagai pungsi pengawasan dia beritahu kepada Dirut Pertamina ini salah, ayo cegah supaya jangan ada lagi kerugian lebih besar dari Rp209 miliar itu baru Rp16 miliar ini stop itu. Biar tidak terjadi kerugian perekonomian yang lebih besar.

Oleh oknum-oknum Kejaksaan sendiri itu dihentikan sendiri. Inilah yang Hinca sebutkan yang seharusnya nonton dari pinggir gerbang dia masuk ke dalam. Jadi kasihan Jampidsusnya kepada Intelijen dan Datunnya. Kalau intelijen itu bukan kayak BIN, itu intelijen penegakan hukum. Kalau main bola voli dia toser itu kasih bola cantik ke pidsus atau Pidum. Bagaimana bola dapat cantik karena dia sudah berselingkuh masuk di dalam kamar yang di sana tadi itu.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar