ORANG MENGIRIMKAN KARANGAN BUNGA UCAPAN SELAMAT

Hinca Panjaitan Sampaikan Kritik ke Kejaksaan di Hari Adhiyaksa Ke-64 2024

Di Baca : 3141 Kali
Hinca Panjaitan SH MH menunjukkan foto di ponselnya kepada sejumlah wartawan seorang jaksa aktif perempuan berbaju Pertamina. (tsi)
 

Lalu muncul kekhawatiran. Apa kekhawatirannya? Banyak sekali. Bayangkan banyak sumur-sumut tua terlantar. Sudah terdengar beragam isu tidak etis di lingkungan PT PHR. Kegiatan ini mencakup dugaan praktik korupsi dan manipulasi beberapa aspek operasional, merusak citra dan integritas pengelolaan Blok Rokan.

"Saya mulai masuk di situ. Nah, apa itu kita mulai Saya sebut itu plastik kresek untuk menyebut nama keren geomembrane itu. Kalau hukum hilir ambil minyak kan harus dibor ada tahap-tahapan. Baru akan dimulai bila sudah ada penampungan limbahnya. Untuk menampung limbah itu perlu plastik yang disebut geomembrane itu. Untuk apa? Supaya tidak ada limbah B3," jelas Hinca.

Anda lihat dosa terbesar yang ditinggalkan oleh Chevron untuk dikelola oleh PHR Rp7,5 triliun adalah mengatasi limbah selama Chevron ada.  Besar sekali tercemarnya wilayah.

"Salah itu isu mendesak yang juga sudah Saya laporkan yang dilaporkan ke Saya adalah dugaan kecurangan manipulasi pemalsuan dan beberapa kebijakan dan tindakan PHR yang dinilai unprofesional dalam proses tender pengadaan geomembrane yang mana material tersebut dinilai penting menjaga lingkungan di sekitar proyek," tegas Hinca.

Tak mungkin digali kalau tak ada plastik geomembrane ini. Nilai proyek sampai Rp50 sampai Rp75 triliun. Untuk plastik geomembranenya Rp209 miliar. Kalau ini dikelola dan berdampak buruk tak jadi ini. Kalau tak jadi dibor target SKK Migas target Presiden Jokowi 1 juta barel perhari sampai hari ini belum tercapai. Turun terus ini. Angkanya masih 606. Jauh sekali. Siapa yang salah?







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar