PHR dinilai memberikan dampak positif bagi Riau

Pemprov Riau Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Berkat Operasi PHR di Blok Rokan

Di Baca : 1791 Kali
Kabid Energi Baru dan Terbarukan Dinas ESDM Riau Baharufahmi ST MT saat memberikan sambutan pada acara Supplier Engagement Day PHR WK Rokan 2024 di Pekanbaru. (Dok. Humas PHR)
 

"Kolaborasi dan kemitraan adalah sinergi yang baik untuk operasi PHR, kami turut mendukung agar operasional berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Provinsi Riau dengan migas atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan dari Rp129,74 juta pada tahun 2021, kemudian tahun 2022 naik cukup signifikan menjadi Rp 151,26 juta, dan tahun 2023 naik menjadi Rp154,52 juta.

Jika dilihat dari PDRB per kapita secara riil (atas dasar harga konstan), PDRB per kapita mengalami kenaikan dari tahun 2021 yaitu Rp78,32 juta menjadi Rp80,77 juta pada tahun 2022, dan mengalami peningkatan lagi menjadi Rp83,07 juta pada tahun 2023.

Data BPS juga menyebut, kontribusi ekonomi kabupaten/kota yang memiliki sumber daya migas sangat berpengaruh terhadap perekonomian Riau. Perekonomian di Riau saat ini juga masih bergantung dari minyak mentah yang tersebar di beberapa kabupaten. Salah satu kabupaten yang paling signifikan dalam menyumbang perekonomian Riau dari minyak mentah adalah Kabupaten Bengkalis. Pada tahun 2023, kontribusi PDRB Bengkalis dalam membentuk PDRB Riau sebesar 16,39 persen.

Masih berdasarkan data BPS, kabupaten/kota lainnya yang juga mempunyai migas di antaranya, Siak dengan kontribusi PDRB 10,68 persen, Kampar 10,39 persen, Rokan Hilir 9,21 persen, Pelalawan 6,85 persen, Indragiri Hulu 5,49 persen, Rokan Hulu 5,07 persen, Kota Dumai 4,76 persen.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar