Marak, Pungli di Jalan Lintas Riau-Sumbar
Di Baca : 9954 Kali
Buku pembayaran uang bulanan JLLK (foto atas), logo yang dicap di mobil angkutan barang (foto kiri bawah), dan truk di jalan lintas Riau-Sumbar. (Foto Ist)
Ahmad mengungkapkan aksi mereka semakin merajalela karena tidak ada penertiban dari kepolisian setempat padahal ini sangat meresahkan.
"Para sopir sudah resah karena harus membayar perbulan Rp 100 ribu setiap pos. Upah kami habis untuk membayar pungli saja," kata Ahmad.
Ia mengaku tidak ada tanggapan aparat kepolisian jika sopir melaporkan pungli di jalur Rantau Berangin-Rimbo Datar.
"Selama ini, kalau kami melapor, jawaban petugas hanya akan dicari pelakunya. Tapi para pelaku tetap bebas beraksi dan pungli terus terjadi," kata Ahmad.
Mereka nekad tidur di tengah jalan kalau sopir tidak mau berhenti. Angkutan barang yang melaju dikejar pelaku dengan sepeda motor. Sopir pun dipaksa turun dan mobilnya dirusak.
Sopir berharap Polda Riau dan Dinas Perhubungan Riau menertibkan pungli di perbatasan Riau-Sumbar. Sebab, aktivitas mereka semakin brutal karena tidak adanya sanksi.(*/rls/azf)
"Para sopir sudah resah karena harus membayar perbulan Rp 100 ribu setiap pos. Upah kami habis untuk membayar pungli saja," kata Ahmad.
Ia mengaku tidak ada tanggapan aparat kepolisian jika sopir melaporkan pungli di jalur Rantau Berangin-Rimbo Datar.
"Selama ini, kalau kami melapor, jawaban petugas hanya akan dicari pelakunya. Tapi para pelaku tetap bebas beraksi dan pungli terus terjadi," kata Ahmad.
Mereka nekad tidur di tengah jalan kalau sopir tidak mau berhenti. Angkutan barang yang melaju dikejar pelaku dengan sepeda motor. Sopir pun dipaksa turun dan mobilnya dirusak.
Sopir berharap Polda Riau dan Dinas Perhubungan Riau menertibkan pungli di perbatasan Riau-Sumbar. Sebab, aktivitas mereka semakin brutal karena tidak adanya sanksi.(*/rls/azf)
Tulis Komentar