Kebakaran di Rohul, Empat Meninggal Sumber Api dari Dapur, Belum Ditemukan Unsur Pidana
Seperti diberitakan media sebelumnya, dalam situasi cooling system menjelang Pilkada serentak 2024, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning (FIA UNILAK) menggelar aksi protes di depan Mapolda Riau pada Jumat lalu, 27 September 2024.
Aksi tersebut menuntut pencopotan Kapolres Rokan Hulu, AKBP Budi Setiyono SIK MH, terkait lambatnya proses penyelidikan kasus kebakaran yang terjadi pada 17 Agustus 2024 di PT Gerbang Sawit Indah (GSI), Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Kebakaran tersebut menewaskan empat orang, termasuk anggota keluarga dari Fakultas Ilmu Administrasi UNILAK Pekanbaru.
Lebih dari satu bulan sejak peristiwa tersebut, kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran yang menewaskan Berliana Br Siahaan (ibu), Tiara Damayanti Purba (mahasiswi), Christian Edwar Purba (pelajar), dan Asyer Eliazard Purba. Ketidakjelasan ini mendorong sekitar 70 mahasiswa melakukan aksi solidaritas dengan membawa atribut seperti spanduk, bendera, dan menggunakan mobil komando serta sound system.
Koordinator Umum aksi, Muhammad Anang Prayogi, bersama Koordinator Lapangan, Farikh Maulana Putra, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap rekan mereka yang menjadi korban tewas terbakar, sekaligus kritik terhadap lambannya penanganan kasus yang telah berjalan lebih dari sebulan tanpa perkembangan berarti. Mereka menilai lambannya penanganan kasus mencerminkan kurangnya keseriusan aparat dalam menyelesaikan kasus yang merenggut nyawa empat orang.
Dalam pernyataan sikapnya, BEM FIA UNILAK Pekanbaru melalui Muhammad Abdullah Syaputra, menyampaikan tuntutan agar Polda Riau segera mendorong Polres Rokan Hulu dan Polsek Bonai Darussalam mengungkap penyebab kebakaran. Mereka juga menuntut pencopotan Kapolres Rokan Hulu yang dianggap tidak mampu menangani kasus ini dengan baik, serta meminta agar Polda Riau turun langsung dalam proses penyelidikan. Jika tuntutan mereka tidak direspons, mahasiswa siap menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar.
Tulis Komentar