PTPN Inisiasi Program PSR Intercropping Padi Dukung Swasembada Pangan Nasional

470.000 Ha Lahan PSR PTPN Dapat Menghasilkan Tambahan 1,1 Juta Ton Beras

Di Baca : 1647 Kali
Dirut PTPN III (Persero) Muhammad Abdul Ghani dan Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa di tengah bibit sawit di salah satu sentra bibit di Riau. PTPN akan melakukan pilot project penanaman padi gogo melalui mekanisme intercropping di lahan Peremajaan Sawit Rakyat guna mendukung swasembada pangan nasional. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)

Pekanbaru, Detak Indonesia -- Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui sub holding PT Perkebunan Nusantara IV akan menginisiasi program peremajaan sawit rakyat yang ditumpang sari atau intecropping dengan penanaman padi. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) Mohammad Abdul Ghani dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (26/11/2024) mengatakan total luas Perkebunan sawit di Indonesia mencapai 16,38 juta hektare dengan 42 persennya atau 6,94 juta hektare merupakan kebun sawit milik rakyat.

"Untuk kebun milik rakyat sendiri, dari 6,9 juta Ha itu saat ini ada sekitar 2,8 juta Ha sawit yang usianya di atas 25 tahun dan perlu segera diremajakan," kata dia.

Selama ini, alumnus Magister Universitas Gadjah Mada tersebut menjelaskan lokasi areal peremajaan sawit rakyat (PSR) kerap berstatus "idle" selama kurang lebih dua setengah tahun atau menjelang panen tiba.

Untuk itu, PTPN yang mendapat arahan dari Kementerian BUMN telah menjalin sinergi dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan berbagai pihak terkait untuk menginisiasi pelaksanaan program intercropping di areal PSR saat kondisi tanaman belum menghasilkan.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar