PTPN Rilis Varietas Kultur Jaringan Kelapa Sawit dengan Potensi CPO Tinggi
"Varietas ini bahkan punya pelepah yang lebih pendek, sehingga potensi untuk jumlah tanam per hektare tentu juga meningkat. Insya Allah, dengan NUSAKlon, program B-100 (Biodiesel berbahan nabati minyak sawit) bukan lagi mimpi," tutur Jatmiko.
Harapan Peneliti
Direktur PT RPN dr Iman Yani Harahap mengatakan perjuangan para peneliti dan pemulia tanaman terjawab dengan peluncuran varietas NUSAKlon 1 dan NUSAKlon 2 itu.
"Para peneliti berjuang karena dari 12 ton CPO per hektare dari dua varietas yang kita rilis ini artinya kebutuhan ke depan, untuk ketahanan pangan dan energi ini bisa kita wujudkan dengan seluruh stakeholder di industri kelapa sawit baik perkebunan rakyat perkebunan negara maupun di swasta," kata Iman.
Senada, Kepala Pusat penelitian kelapa sawit Dr Winarna mengatakan penelitian yang menggunakan teknologi kultur jaringan somatic embriogenesis (SE) ini memberikan hasil yang luar biasa.
"Ini sangat luar biasa. Kalau varietas yang ada sekitar 7-8 ton, dengan NUSAKlon ini menghasilkan 11-12 ton CPO hektare per tahun. Jadi kita berharap ini menjadi solusi untuk peningkatan produktivitas kelapa sawit nasional," demikian Winarna. (tim)
Tulis Komentar