Dukung Ketahanan Pangan

PTPN Rilis Varietas Kultur Jaringan Kelapa Sawit dengan Potensi CPO Tinggi

Di Baca : 1497 Kali
Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf melihat brondolan Nusaklon, varietas kultur jaringan sawit terkini yang diluncurkan oleh Direktur Utama PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani didampingi Dirut PalmCo Jatmiko K Santosa di Siak, beberapa waktu lalu. Nusaklon berpotensi menghasilkan CPO sangat tinggi mencapai 12 ton per hektare pertahun yang dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas tanpa ekstensifikasi, dan berdampak pada akselerasi kemandirian pangan. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
 

"Varietas ini bahkan punya pelepah yang lebih pendek, sehingga potensi untuk jumlah tanam per hektare tentu juga meningkat. Insya Allah, dengan NUSAKlon, program B-100 (Biodiesel berbahan nabati minyak sawit) bukan lagi mimpi," tutur Jatmiko.

Harapan Peneliti

Direktur PT RPN dr Iman Yani Harahap mengatakan perjuangan para peneliti dan pemulia tanaman terjawab dengan peluncuran varietas NUSAKlon 1 dan NUSAKlon 2 itu.

"Para peneliti berjuang karena dari 12 ton CPO per hektare dari dua varietas yang kita rilis ini artinya kebutuhan ke depan, untuk ketahanan pangan dan energi ini bisa kita wujudkan dengan seluruh stakeholder di industri kelapa sawit baik perkebunan rakyat perkebunan negara maupun di swasta," kata Iman.

Senada, Kepala Pusat penelitian kelapa sawit Dr Winarna mengatakan penelitian yang menggunakan teknologi kultur jaringan somatic embriogenesis (SE) ini memberikan hasil yang luar biasa.

"Ini sangat luar biasa. Kalau varietas yang ada sekitar 7-8 ton, dengan NUSAKlon ini menghasilkan 11-12 ton CPO hektare per tahun. Jadi kita berharap ini menjadi solusi untuk peningkatan produktivitas kelapa sawit nasional," demikian Winarna. (tim)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar